KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Muhasabah » Membangun Optimisme dalam Dinamika Kehidupan

    Membangun Optimisme dalam Dinamika Kehidupan

    BY 01 Jan 2025 Dilihat: 135 kali

    Cukup mencengangkan! Angka kasus bunuh diri terus meningkat setiap tahun, bahkan bertambah hingga 60% dalam lima tahun terakhir. Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) merilis seluruh kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang tahunnya. Dan ternyata, bunuh diri adalah gangguan ketertiban dalam masyarakat dengan jumlah kasus terbanyak keempat di 2024. Sejak awal tahun, jumlah kasus bunuh diri yang ditangani Polri mencapai 849 kejadian. Permasalahan ekonomi menjadi alasan paling banyak berkaitan dengan kasus bunuh diri. Data itu didapat dari aplikasi DORS SOPS Polri periode Januari sampai 19 Agustus 2024. Ada 8 alasan yang disimpulkan, kenapa pelaku bunuh diri melakukan perbuatan tersebut. Setidaknya itu yang masuk dalam laporan kepolisian. Dari seluruh kasus, ada 137 kasus bunuh diri yang alasannya tak diketahui. Adapun masalah perekonomian menjadi alasan paling banyak berkaitan dengan kasus bunuh diri, yaitu 31,91 persen dari jumlah total kasus bunuh diri di 2024. Data juga menunjukkan 852 orang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri selama 2024. Pelaku bunuh diri paling banyak berusia 26 sampai 45 tahun yaitu 263 kasus. Mirisnya, jumlah pelaku bunuh diri berusia kurang dari 17 tahun lebih banyak daripada pelaku berusia 17 sampai 25 tahun.

    Data yang dirilis dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa 720.000 jiwa meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Bahkan bunuh diri menjadi salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia dan ditemui pada remaja hingga dewasa dengan rentang usia dari 15 sampai 29 tahun. Wal’iyaadzu billaah.

    Tahun baru, bukan saja angka tahunnya yang baru, tentu juga akan ada peristiwa-peristiwa baru –biidznillah-. Kehidupan manusia itu dinamis, senantiasa berkembang dan berubah. Ada adagium terkenal; “hidup itu seperti roda, kadang berada di atas, terkadang suatu saat berada di bawah”. Terkadang kita jumpai kemudahan dalam semua lingkup, dan pada lain waktu, kita temukan kesulitan hidup. Suatu saat kita bahagia, riang gembira, suatu saat tiba- tiba berduka. Semua dinamika ini adalah bagian dari pada sunnatullah (ketetapan Allah) yang merupakan ujian keimanan. Seorang pelajar bisa dilihat dan dinilai seberapa besar kemampuan akademiknya melalui Ujian Sekolah, misalnya. Begitu juga seorang mukmin bisa dilihat dan dinilai seberapa besar keimanannya, setinggi apa kualitas imannya melalui ‘Ujian Kehidupan’.

    Allah Ta’ala telah menegaskan dinamika tersebut melalui kalam-Nya:

    وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

    “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah (2): 155)

    Syeikh Abdurrahman as-Sa’di (w. 1376 H/ 1957 M) menjelaskan ayat tersebut sebagai berikut:

    أخبر تعالى أنه لا بد أن يبتلي عباده بالمحن، ليتبين الصادق من الكاذب، والجازع من الصابر، وهذه سنته تعالى في عباده؛ لأن السراء لو استمرت لأهل الإيمان، ولم يحصل معها محنة، لحصل الاختلاط الذي هو فساد، وحكمة الله تقتضي تمييز أهل الخير من أهل الشر. هذه فائدة المحن، لا إزالة ما مع المؤمنين من الإيمان، ولا ردهم عن دينهم، فما كان الله ليضيع إيمان المؤمنين

    Allah mengabarkan bahwa sesungguhnya Allah harus menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai cobaan, supaya jelas orang yang benar dan orang yang berdusta, orang yang frustasi dengan orang yang sabar, dan ini adalah sunnah (ketentuan) Allah Ta’ala pada hamba-hamba-Nya. Karena suatu kesenangan itu jika terus berlanjut bagi orang-orang yang beriman dan tidak diiringi dengan suatu cobaan, niscaya akan terjadi campur aduk yang merupakan kerusakan, hikmah (kebijaksanaan) Allah mengharuskan untuk membedakan orang-orang yang baik dengan orang-orang yang jahat. Inilah faidah dari cobaan, (cobaan) bukan untuk menghilangkan keimanan yang ada pada seorang hamba yang beriman, dan tidak pula untuk memalingkan mereka dari agamanya (Islam), karena Allah tidak menyia-nyiakan keimanan orang-orang Mukmin. (Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, Tahqiq: Abdurrahman bin Mu’alla al-Luwaihiq, (Beirut: Muassasah ar-Risalah, 1420 H/ 2000 M), hal. 75)

    Bahkan secara tegas Allah ﷻ berfirman:

    أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

    Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Q.S. Al-Ankabut (29): 2)

    Barang kali sekarang ini, di antara kita mungkin ada yang sedang mengalami masa ekonomi sulit, sedang pailit, ada yang sedang menderita suatu penyakit, ada masalah yang menghimpit atau cobaan apapun itu yang membuat hati menjerit. Di saat seperti inilah, keimanan kita benar- benar diuji, kekuatan mental dan daya tahan (endurance) kita sedang diuji coba. Kita memang harus pandai- pandai menata hati untuk tetap berhusnudzon (berprasangka baik) kepada Allah ﷻ, dan bersikap optimis.

    Kata Allah dalam hadits qudsi :

    أنا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بي، وأنا معهُ إذا ذَكَرَنِي، فإنْ ذَكَرَنِي في نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي، وإنْ ذَكَرَنِي في مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ في مَلَإٍ خَيْرٍ منهمْ، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ بشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ ذِراعًا، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِراعًا تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ باعًا، وإنْ أتانِي يَمْشِي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

    “Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku, maka jika ia mengingatku di dalam dirinya Aku-pun mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat-Ku dalam keramaian Aku akan mengingatnya dalam keramaian yang lebih baik dari mereka, dan jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta, dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia mendatangai-Ku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berlari” (H.R. Bukhari, no. 7405., Muslim, no. 2675)

    Secara sederhana dan praktis, hadits tersebut bisa diartikan bahwa Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan, Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan doa jika hamba meminta, Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. (Syarhu Shahih Muslim, Juz 17, hal. 3)

    Sesiapa yang merasa dirinya kotor, hina, pendosa, dan yakin Allah Maha Suci dan Maha Pengampun, kemudian ia bertaubat dan memohon ampunan niscaya Allah memberinya ampunan. Barang siapa yang sedang mengalami kekurangan, dan ia yakin bahwa Allah ﷻ Maha Kaya dan Maha Memberi, niscaya Allah ﷻ akan memberi kecukupan. Siapa yang sedang mengalami masalah apapun dan ia yakin bahwa Allah Maha Pemberi Kemudahan niscaya Allah ﷻ akan memberinya kemudahan.

    Sikap optimis adalah sikap batin yang sangat berpengaruh terhadap kondisi batin dan perilaku dzohir kita. Maka dari itu, Rasulullah Muhammad ﷺ membangun sikap optimis dan memberikan jaminan bagi umatnya yang mau bersikap optimis. Dikisahkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ duduk dan di hadapannya ada batu, kemudian beliau ﷺ bersabda :

     لَوْ جَاءَ الْعُسْرُ فَدَخَلَ هَذَا الْحَجَرَ لَجَاءَ الْيُسْرُ حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ فَيُخْرِجَهُ

    “Seandainya kesulitan itu telah datang, kemudian ia masuk ke dalam batu ini, sungguh kemudahan itu akan benar- benar datang sampai ia (kemudahan itu) masuk ke dalam batu itu, kemudian ia mengeluarkan kesulitan tersebut” (H.R. al- Hakim, al- Mustadrak, Juz 2, hal. 255 )

    Lantas bagaimana caranya mempertahankan sekaligus meningkatkan optimisme dalam diri kita? Simpel dan tidak perlu dibuat rumit berputar-putar. Kita orang beriman diberi resep langsung dari langit. Mari kita ingat pesan Sang maha guru motivator kita, Baginda Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

    احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ باللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ، وإنْ أَصَابَكَ شَيءٌ، فلا تَقُلْ: لو أَنِّي فَعَلْتُ كانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللَّهُ وَما شَاءَ فَعَلَ؛ فإنَّ (لو) تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

    “Bersemangatlah terhadap hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Allah, dan jangan lemah. Dan jika sesuatu menimpamu maka jangan katakan: “Seandainya aku melakukan itu pasti akan seperti ini dan itu”. Tetapi katakan: ” Allah telah menakdirkan dan Dia berkehendak atas apa yang Dia lakukan”, karena sesungguhya “berandai-andai” membuka amalan setan” (H.R. Muslim, no. 6945)

    Cara yang pertama, bersemangatlah terhadap hal yang bermanfaat bagi diri kita. Bersemangat dalam melakukan aktivitas yang menghasilkan manfaat, fokus ke depan untuk meraih keberhasilan, kebahagiaan dunia maupun akhirat. Ada satu atsar hikmah yang menarik;

    اِنْتِظَارُ الْفَرَحِ عِبَادَةٌ

    “Menunggu kebahagiaan adalah ibadah” (az- Zarqani, Muktashar al- Maqashid, 175)

    Kedua, mohon pertolongan kepada Allahﷻ. Di antara cara memohon pertolongan Allah ﷻ adalah dengan sabar dan shalat. Allah Ta’ala berfirman:

    وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ

    “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'” (Q.S. Al-Baqarah (2): 45)

    Ketiga, jangan bersikap lemah. Sebagai seorang mukmin tak pantas bersikap lemah dan putus asa. Rasulullah ﷺ bersabda:

    اَلْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى الله مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

    “Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pda seorang mukmin yang lemah” (H.R. Muslim, no. 6945)

    Allah ﷻ juga berfirman:

    وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

    “Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang- orang kafir” (Q.S. Yusuf (12): 87)

    Keempat, meyakini bahwa semua yang terjadi adalah takdir Allah ﷻ. Meratap dan mengumpat apapun yang menimpa kita, tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik, bahkan sebaliknya, bisa menjadikan keadaan semakin buruk. Maka Rasulullah ﷺ menyuruh kita untuk mengucapkan:

    قَدَّرَ اللَّهُ وَما شَاءَ فَعَلَ

    “Allah telah menakdirkan dan Dia berkehendak atas apa yang Dia kerjakan”

    Sabar dan ridha terhadap takdir Allah ﷻ akan membuat hati kita lebih lapang dan pikiran lebih terbuka. Takdir yang menimpa seorang mukmin pasti mengandung hikmah. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk berdoa:

    أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِيْ خَيْرًا

    “Aku memohon kepada- Mu (Allah) untuk menjadikan semua takdir yang engkau tetapkan padaku baik untukku” (H.R. Ibnu Majah, no. 3846)

    Kita bangun dan rawat optimisme dalam diri kita, dengan bersemangat menjalani aktivitas yang bermanfaat, memohon pertolongan Allah Ta’ala, bermunajat kepada-Nya sungguh-sungguh, sembari kita bermuhasabah, introspeksi, evaluasi, menyempurnakan kekurangan, membenahi, sikap, perilaku, dan kinerja. Kesulitan dan problematika yang menurut nalar tidak mungkin teratasi, tapi bagi Allah itu sangat mudah diselesaikan. Allah siapkan skenario yang apik untuk menuntaskan masalah hamba- Nya. Allah siapkan pahala terbaik bagi hamba- Nya yang cerdas menyikapi takdir- Nya.

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Membangun Optimisme dalam Dinamika Kehidupan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023