
Kajian Kitab Al Adab Al Mufrad karya Imam Bukhari
Teks Hadis
جَعَلَ اللهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ، فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ جُزْءًا، وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا، فَمِنْ ذَلِكَ الْجُزْءِ تَتَرَاحَمُ الْخَلْقُ، حَتَّى تَرْفَعَ الْفَرَسُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ.
Terjemah Hadis
“Allah menjadikan rahmat itu seratus bagian. Kemudian Allah menahan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian, dan menurunkan ke bumi satu bagian saja. Maka dari satu bagian itulah seluruh makhluk saling berkasih sayang, hingga seekor kuda mengangkat kakinya dari anaknya karena khawatir melukainya.”
(HR. al-Bukhārī no. 6000, Muslim no. 2752)
Kitab: al-Adab al-Mufrad. Penulis: Muḥammad ibn Ismā‘īl al-Bukhārī (w. 256 H). Tahqiq: Muḥammad Fu’ād ‘Abd al-Bāqī (w. 1388 H). Penerbit: al-Maṭba‘ah al-Salafiyyah wa Maktabatuhā, Kairo. Cetakan kedua: 1379 H. Dicetak ulang dengan tambahan indeks oleh Dār al-Bashā’ir al-Islāmiyyah tahun 1409 H/1989 M. Bāb 54: al-Raḥmatu Miʾatu Juzʾin (Bab 54: Rahmat itu ada 100 bagian), no. hadis 100, hlm. 48.
Syarah Hadis (Penjelasan Hadis)
Hadis ini merupakan salah satu penjelasan yang sangat indah mengenai keluasan rahmat Allah ﷻ. Rahmat Allah ﷻ meliputi segala sesuatu. Dan rahmat-Nya di akhirat berlipat-lipat dibandingkan dengan yang Dia jadikan di dunia. Hal ini tentu saja menumbuhkan rasa harap dan optimisme dalam jiwa kepada Allah Ta’ala.
Dalam hadis ini disebutkan bahwa Allah ﷻ menjadikan rahmat itu seratus bagian. Kemudian Dia menurunkan satu rahmat di dunia dan menahan sembilan puluh sembilan (99) bagian untuk hari kiamat.
Satu bagian rahmat Allah yang ada di bumi sudah cukup untuk menumbuhkan kasih sayang di hati manusia terhadap sesama manusia, orang tua terhadap anaknya, suami terhadap istrinya. Bahkan tidak hanya menyangkut manusia, termasuk juga jin, hewan ternak, maupun binatang melata. Hingga Rasulullah ﷺ memberikan gambaran bahwa seekor kuda yang dikenal dengan kelincahan dan gerak cepatnya pun berusaha menghindari anaknya agar tidak mencederai dan mencelakai anaknya, maka ia mengangkat kakinya karena khawatir akan mengenainya. Dengan satu rahmat itu pula binatang buas berbelas kasih kepada anaknya. Adapun sembilan puluh sembilan (99) rahmat lainnya, Allah ﷻ menangguhkannya untuk merahmati hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah (w. 852 H) menjelaskan hadis tersebut tadi sebagaimana berikut ini:
وَحَاصِلُ كَلَامِهِ أَنَّ الرَّحْمَةَ رَحْمَتَانِ، رَحْمَةٌ مِنْ صِفَةِ الذَّاتِ وَهِيَ لَا تَتَعَدَّدُ، وَرَحْمَةٌ مِنْ صِفَةِ الْفِعْلِ وَهِيَ الْمُشَارُ إِلَيْهَا هُنَا. وَلَكِنْ لَيْسَ فِي شَيْءٍ مِنْ طُرُقِ الْحَدِيثِ أَنَّ الَّتِي عِنْدَ اللَّهِ رَحْمَةٌ وَاحِدَةٌ بَلِ اتَّفَقَتْ جَمِيعُ الطُّرُقِ عَلَى أَنَّ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ رَحْمَةً، وَزَادَ فِي حَدِيثِ سَلْمَانَ أَن يُكْمِلَهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِائَةً بِالرَّحْمَةِ الَّتِي فِي الدُّنْيَا، فَتَعَدُّدُ الرَّحْمَةِ بِالنِّسْبَةِ لِلْخَلْقِ[1]
“Kesimpulan dari pembicaraannya adalah bahwa rahmat itu ada dua: rahmat yang merupakan sifat dzāt (Allah), dan rahmat ini tidak berbilang; serta rahmat yang merupakan sifat fi‘l (perbuatan), dan inilah yang dimaksud dalam hadis ini. Akan tetapi, tidak ada satu pun riwayat hadis yang menyebut bahwa di sisi Allah hanya ada satu rahmat, bahkan seluruh jalur riwayat hadis sepakat bahwa di sisi-Nya ada sembilan puluh sembilan rahmat. Dalam riwayat Salmān ditambahkan bahwa Allah akan menyempurnakan jumlahnya menjadi seratus pada hari kiamat dengan rahmat yang diturunkan di dunia. Maka, keberbilangan (banyaknya) rahmat itu berkaitan dengan makhluk.”
وَقَالَ الْقُرْطُبِيُّ: مُقْتَضَى هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّ اللَّهَ عَلِمَ أَنَّ أَنْوَاعَ النِّعَمِ الَّتِي يُنْعِمُ بِهَا عَلَى خَلْقِهِ مِائَةُ نَوْعٍ، فَأَنْعَمَ عَلَيْهِمْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا بِنَوْعٍ وَاحِدٍ انْتَظَمَتْ بِهِ مَصَالِحُهُمْ وَحَصَلَتْ بِهِ مَرَافِقُهُمْ، فَإِذَا كَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَمَّلَ لِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ مَا بَقِيَ فَبَلَغَتْ مِائَةً وَكُلُّهَا لِلْمُؤْمِنِينَ، وَإِلَيْهِ الْإِشَارَةُ بِقَوْلِهِ – تَعَالَى -: ﴿وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا﴾[2]
Imam Al-Qurṭubī (w. 671 H) berkata: Kandungan dari hadis ini adalah bahwa Allah mengetahui macam-macam nikmat yang Dia anugerahkan kepada makhluk-Nya berjumlah seratus macam. Lalu Dia menganugerahkan kepada mereka di dunia ini satu macam, yang dengan satu macam itu urusan-urusan mereka dapat teratur dan berbagai kebutuhan mereka dapat terpenuhi. Apabila datang hari kiamat, Allah akan menyempurnakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman apa yang tersisa, sehingga jumlahnya genap menjadi seratus, dan semuanya itu khusus untuk orang-orang beriman. Dan hal itu ditunjukkan dengan firman-Nya: “Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin” (QS. al-Aḥzāb: 43).
Ringkasan Fikih Hadis[3]:
Sabda Nabi ﷺ ini menggambarkan secara jelas bahwa dunia ini hanya bagian dari satu rahmat Allah Ta’ala, ibarat setetes air dari samudra rahmat yang tak bertepi. Betapa besar cinta kasih ibu kepada anaknya, kasih seorang ayah yang rela berkorban, kelembutan di antara pasangan, persaudaraan antar manusia, bahkan naluri hewan melindungi anaknya, semua itu hanyalah sedikit dari satu bagian rahmat Allah Ta’ala.
Dengan menyadari hal ini, seorang muslim ataupun muslimah seharusnya tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah, sebagaimana firman-Nya:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)
Seluruh dunia dan alam semesta, dengan segala kenikmatannya, hanyalah perwujudan (manifestasi) dari satu rahmat Allah.
[1] Aḥmad ibn ʿAlī ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī, Fatḥ al-Bārī bi-Sharḥ al-Bukhārī, ed. Muḥammad Fuʾād ʿAbd al-Bāqī, Tahqiq: Muḥibb al-Dīn al-Khaṭīb (Cairo: al-Maktabah al-Salafiyyah, 1380–1390 H), 10/ 432.
[2] Fatḥ al-Bārī bi-Sharḥ al-Bukhārī, 10/ 432.
[3] Muḥammad Luqmān al-Salafī, Rasy al-Barad Syarḥ al-Adab al-Mufrad, hlm. 73
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Rahmat Allah Terbagi 100 Bagian