KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Bahasa Arab » Baraim Visit Sambangi Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah, Perkuat Silaturahim dan Buka Peluang Pendidikan Lanjutan bagi Santri

    Baraim Visit Sambangi Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah, Perkuat Silaturahim dan Buka Peluang Pendidikan Lanjutan bagi Santri

    BY 08 Aug 2026 Dilihat: 85 kali

    Depok, — Ma’had Dar El-Baraim melalui program Baraim Visit melakukan kunjungan silaturahim sekaligus sosialisasi program pendidikan ke Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah (BRB), Tapos, Depok, pada Sabtu, 24 Shafar 1448 H bertepatan dengan 8 Agustus 2026.

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Rombongan Ma’had Dar El-Baraim disambut oleh unsur pimpinan dan asatidz Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah, di antaranya Ustadz Febri Aladin, S.Pd. selaku unsur pimpinan Ma’had dan Ustadz Fadhla Faya, Lc., M.Ag. selaku Mudir Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah, bersama para asatidz dan seluruh santri BRB.

    Sementara dari Ma’had Dar El-Baraim hadir Ustadz Ahla Kembara, B.Sh., M.S.I. selaku Koordinator Program Ma’had Dar El-Baraim dan Ustadz Azam Hamas, B.A., M.S.I. selaku Sekretaris Program Ma’had.

    Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Ma’had Dar El-Baraim untuk memperkenalkan program pendidikan tinggi berbasis bahasa Arab dan studi Islam, sekaligus memperkuat ukhuwah dan ta’awun (sinergi) antar lembaga dalam bidang dakwah dan pendidikan.

    Pesan Keilmuan, Ukhuwah dan Harapan Beasiswa bagi Para Santri

    Di awal pengantar acara, Pimpinan Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah, Ustadz Febri, yang merupakan alumnus Pesantren Al-Irsyad Tengaran, menyampaikan sambutan hangat dan akrab kepada rombongan Ma’had Dar El-Baraim atas kunjungan silaturrahim dan sosialisasi ini.

    Ustadz Febri juga berpesan kepada para santri BRB agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah menyelesaikan pendidikan di ma’had. Ia mendorong para santri untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Sementara itu, Ustadz Fadhla Faya, selaku Mudir Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran program Baraim Visit dan kesempatan untuk dapat bersilaturahim dan berkumpul bersama pada siang tersebut.

    Menurutnya, tali ukhuwah perlu terus diperkuat melalui ilmu, dakwah, dan kebersamaan dalam kebaikan. Hal inilah yang juga harus diteladani oleh para santri Ma’had Bilal bin Rabah, lanjutnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fadhla juga menyampaikan harapan agar ke depan Ma’had Dar El-Baraim dapat menghadirkan program beasiswa bagi para santri Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah.

    “Dukungan berupa beasiswa akan menjadi salah satu bentuk nyata dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi para santri, sekaligus mendorong mereka agar dapat terus mengembangkan potensi keilmuan yang telah dibangun selama belajar di ma’had”, ujar alumnus LIPIA-IMSIU ini.

    Harapan tersebut mendapat perhatian dalam pemaparan program Ma’had Dar El-Baraim yang disampaikan setelahnya. Pihak Dar El-Baraim menjelaskan berbagai jalur pendidikan yang dapat ditempuh para santri, sekaligus membuka ruang untuk kemungkinan sinergi dan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

    Santri BRB Telah Memiliki Modal Keilmuan yang Berharga

    Memasuki sesi utama, Ustadz Ahla Kembara, selaku Koordinator Program Ma’had Dar El-Baraim, memaparkan profil lembaga serta berbagai program pendidikan yang diselenggarakan.

    Dalam pemaparannya, Ustadz Ahla menyoroti modal keilmuan yang telah dimiliki para santri Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah. Para santri, menurutnya, telah mendapatkan pembelajaran Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, serta basis bahasa Arab selama menempuh pendidikan di Ma’had Bilal bin Rabah. Bekal tersebut merupakan modal penting yang dapat terus dikembangkan melalui pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

    “Teman-teman santri sekalian sudah memiliki modal yang sangat berharga berupa pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an serta bahasa Arab. Modal ini sayang jika tidak terus dikembangkan dengan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi”, kata alumnus Ma’had Abu Bakar ash-Shiddiq UMS ini.

    Karena itu, Ustadz Ahla mendorong para santri untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di ma’had, tetapi terus mencari ruang untuk meningkatkan kapasitas akademik dan keilmuan. Di samping itu, penyediaan beasiswa juga menjadi salah satu program yang sedang diupayakan oleh pihak Ma’had Dar El-Baraim.

    Mengenalkan Jalur Pendidikan Berkelanjutan

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahla turut memaparkan sejumlah program pendidikan yang diselenggarakan Ma’had Dar El-Baraim, di antaranya program I’dad Lughawi selama satu tahun, Tamkin Lughawi selama satu tahun, serta program integrasi pendidikan dan kerja sama jenjang S-1 dengan kampus mitra.

    Dalam pemaparan program pendidikan, Ustadz Ahla juga menjelaskan bahwa kurikulum program I’dad Lughawi dan Tamkin di Ma’had Dar El-Baraim merujuk pada kurikulum I’dad Lughawi LIPIA. Kurikulum tersebut kemudian diperkaya dengan muatan materi tambahan yang disusun oleh Ma’had Dar El-Baraim sesuai dengan kebutuhan dan orientasi pendidikan ma’had, di antaranya adalah literasi ekonomi dan keuangan syariah atau al-iqtishad al-islami.

    Kerja sama program studi yang diperkenalkan mencakup beberapa bidang, antara lain:

    • Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
    • Pendidikan Agama Islam (PAI)
    • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
    • Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT)
    • Ekonomi Syariah

    Salah satu keunggulan yang diperkenalkan adalah fleksibilitas pembelajaran yang memungkinkan perkuliahan dilaksanakan secara online, sehingga para santri memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan aktivitas dakwah, mengajar, maupun pekerjaan.

    Menurutnya, pendidikan lanjutan tidak harus membuat seseorang meninggalkan aktivitas pengabdian atau pun pekerjaan. Justru dengan sistem pendidikan yang fleksibel, para santri dapat tetap mengajar, berdakwah, bekerja, maupun beraktivitas di tengah masyarakat sembari melanjutkan pendidikan tinggi.

    “Harapannya, setelah lulus dari ma’had, para santri tetap bisa mengabdi, mengajar, atau beraktivitas di tengah masyarakat, namun pada saat yang sama tetap melanjutkan pendidikan dan menuntut ilmu,” ujar lulusan magister FDI UIN Jakarta tersebut.

    Ma’had Dar El-Baraim Selenggarakan Kerja Sama Kuliah RPL

    Menjawab kebutuhan para alumni dan pengajar yang ingin melanjutkan pendidikan formal, Ma’had Dar El-Baraim juga menyediakan program kerja sama Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan kampus mitra yang sudah mapan dan terakreditasi. Program ini menjadi salah satu alternatif bagi alumni ma’had yang telah menyelesaikan pendidikan namun belum melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, maupun bagi para asatidz yang telah aktif mengajar tetapi belum memiliki ijazah S-1 formal.

    Melalui skema RPL, masa studi dapat ditempuh dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar 1,5 tahun, dengan mempertimbangkan pengakuan terhadap pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya. Program ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi para alumni dan pengajar untuk memperoleh kualifikasi akademik formal tanpa harus meninggalkan aktivitas pengabdian dan pekerjaan yang telah mereka jalani.

    Adapun salah satu persyaratan untuk mengikuti program RPL tersebut adalah memiliki ijazah pendidikan terakhir jenjang SLTA dengan masa kelulusan minimal tiga tahun serta memiliki aktivitas mengajar atau pekerjaan yang dapat menjadi bagian dari rekognisi pembelajaran dan pengalaman sebelumnya.

    Santri Antusias Menggali Informasi Program

    Sosialisasi berlangsung interaktif. Para santri mengikuti pemaparan dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan seputar program pendidikan yang ditawarkan.

    Salah seorang santri, Muhajir, turut mengajukan pertanyaan mengenai biaya pendidikan di Ma’had Dar El-Baraim. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab secara langsung dan dijelaskan secara rinci oleh Ustadz Ahla.

    Untuk tahun akademik 2026/2027, biaya pendidikan masih ditetapkan dengan nominal yang relatif terjangkau. Biaya pendaftaran sebesar Rp200.000, sedangkan SPP sebesar Rp3.000.000 per semester. Untuk memberikan kemudahan bagi santri, pembayaran SPP tersebut dapat diangsur sebesar Rp500.000 per bulan.

    Khusus bagi santri yang mengikuti program kerja sama jenjang S-1, terdapat sejumlah komponen biaya lain, seperti pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan wisuda. Meski demikian, seluruh komponen tersebut tetap diperhitungkan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi santri. Bahkan, santri dapat mempersiapkan biaya tersebut sejak awal perkuliahan dengan menyisihkan dana secara bertahap, mengingat PPL dan KKN umumnya dilaksanakan pada semester keenam atau ketujuh.

    Adapun biaya kitab muqarrar silsilah ta’lim serta biaya program integrasi Bahasa Arab dan Studi Islam dengan program studi PAI dan PBA ditetapkan secara terpisah. Ustadz Ahla menegaskan bahwa seluruh komponen biaya tersebut tetap diupayakan dalam kalkulasi yang terjangkau bagi para santri.

    Ia juga menjelaskan bahwa nominal biaya pendidikan maupun komponen pendukung lainnya dapat mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun sesuai dengan kondisi dan kebijakan yang berlaku. Dengan demikian, nominal yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tersebut merupakan ketentuan untuk tahun akademik 2026/2027.

    Santri Diminta Memanfaatkan Kesempatan Menuntut Ilmu

    Menjelang akhir acara, Ustadz Azam Hamas selaku sekretaris program Ma’had Dar El-Baraim turut memberikan penyampaian dan nasihat kepada para santri.

    Ia mengingatkan bahwa kesempatan belajar di Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah merupakan nikmat dan kesempatan yang sangat berharga. Karena itu, para santri hendaknya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, tetapi terus meningkatkan kualitas keilmuan dan memperluas wawasan.

    Para santri juga diingatkan untuk senantiasa berbakti kepada orang tua serta menghormati dan mengambil manfaat dari ilmu yang diberikan oleh para asatidz.

    Menurut alumnus Ma’had Bin Baz Yogyakarta ini, perjalanan menuntut ilmu merupakan proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap kesempatan yang telah diberikan.

    Ditutup dengan Foto Bersama

    Rangkaian kegiatan Baraim Visit di Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah kemudian ditutup dengan salam dan foto bersama antara jajaran Ma’had Dar El-Baraim, pimpinan dan asatidz Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah, serta para santri.

    Kunjungan tersebut diharapkan menjadi sarana hubungan yang semakin erat antara kedua lembaga, khususnya dalam membangun ukhuwah, ta’awun, dan sinergi di bidang pendidikan serta dakwah.

    Melalui program Baraim Visit, Ma’had Dar El-Baraim tidak hanya hadir untuk memperkenalkan program pendidikan yang dimilikinya, tetapi juga berupaya membangun jejaring silaturahim dengan berbagai lembaga pendidikan Islam. (Ak/redaksi)

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Baraim Visit Sambangi Ma’had Al-Qurro’ Bilal bin Rabah, Perkuat Silaturahim dan Buka Peluang Pendidikan Lanjutan bagi Santri

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023