
Bandar Lampung – Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung kembali menorehkan sejarah dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi Islam melalui penyelenggaraan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S-1) ke-XV (15) yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 1 Agustus 2026 M bertepatan dengan 17 Safar 1448 H, bertempat di Ballroom Novotel Bandar Lampung.
Mengusung tema besar “Moderat Bermartabat”, prosesi wisuda tahun ini menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen INDAFA mencetak lulusan yang unggul secara akademik, kokoh secara spiritual, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.
Sebanyak 191 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai lulusan sarjana dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Wisuda ini menjadi puncak dari perjalanan akademik para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan tinggi dan kini siap mengemban amanah pengabdian di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Koordinator Kopertais Wilayah XV Lampung, anggota DPRD Provinsi Lampung, pimpinan perguruan tinggi, para ulama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, mitra institusi, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, seperti L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, L-SIA (Lembaga Studi Islam dan Arab), dan delegasi dari Republik Arab Mesir.
Sidang Senat Terbuka Dibuka Ketua Senat
Prosesi akademik diawali dengan Sidang Senat Terbuka yang secara resmi dibuka oleh Ketua Senat Institut Darul Fattah, Dr. H. Nurkhalish, Lc., M.A. Dalam suasana yang khidmat, beliau membuka sidang sebagai penanda dimulainya prosesi pengukuhan lulusan Tahun Akademik 2025/2026.

Dalam laporan akademik disampaikan bahwa hingga tahun 2026, INDAFA terus menunjukkan perkembangan kelembagaan yang signifikan. Saat ini institusi telah memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, dengan empat program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Program Studi IAT yang telah menerima mahasiswa baru diharapkan insya Allah akan meluluskan angkatan pertamanya pada tahun mendatang, menandai semakin luasnya kontribusi INDAFA dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman.
Rektor: Wisuda Bukan Akhir, Tetapi Awal Pengabdian
Dalam sambutannya, Rektor Institut Darul Fattah, Dr. H. Ahmad Hadi Setiawan, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati beserta keluarga yang telah mendampingi perjuangan mereka hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
Beliau menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan pintu masuk menuju kehidupan nyata yang jauh lebih kompleks. Dunia, menurutnya, membutuhkan insan-insan berilmu yang mampu menghadirkan solusi, hikmah, dan keteladanan di tengah masyarakat.
“Mulai hari ini, teman-teman akan berhadapan dengan realitas kehidupan yang sesungguhnya. Tugas seorang sarjana bukan sekadar memiliki ijazah, tetapi membawa misi keilmuan, menghadirkan hikmah, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.”

Rektor juga mengingatkan bahwa gelar sarjana tidak boleh melahirkan kesombongan intelektual.
“Gelar sarjana bukanlah alat untuk menjadi jumawa. Sebaliknya, semakin tinggi ilmu yang dimiliki, semakin besar pula kerendahan hati yang harus ditunjukkan. Ilmu harus melahirkan manfaat, menghadirkan maslahat, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.”
Menjelang akhir sambutannya, Dr. H. Ahmad Hadi Setiawan menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan institusi. Di hadapan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI serta seluruh tamu undangan, beliau menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa Institut Darul Fattah siap bertransformasi menjadi Universitas Darul Fattah.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin, mencerminkan optimisme bersama terhadap masa depan INDAFA sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang terus berkembang.
Gubernur Lampung: Pemerintah Siap Bersinergi dengan INDAFA
Dalam pidato utamanya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Institut Darul Fattah dalam membangun pendidikan Islam di Provinsi Lampung.
Beliau menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung siap memperkuat kolaborasi dengan INDAFA, khususnya dalam pembinaan generasi muda melalui penguatan pendidikan keislaman dan literasi Al-Qur’an bagi pelajar tingkat SLTP dan SLTA di seluruh wilayah Lampung.
Menurut Gubernur, tantangan zaman modern semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, serta berbagai persoalan moral yang dihadapi generasi muda tidak mungkin diselesaikan hanya melalui pendekatan birokrasi pemerintah semata.

“Pemerintah membutuhkan dukungan dari institusi pendidikan yang memiliki kompetensi keagamaan yang kuat. Institut Darul Fattah merupakan salah satu mitra strategis yang memiliki kapasitas tersebut.”
Beliau juga menyampaikan pandangan yang mendapat apresiasi dari para hadirin, bahwa di antara berbagai cabang ilmu pengetahuan, ilmu agama Islam memiliki posisi yang sangat fundamental dalam membangun sejarah dan peradaban manusia.
Menurutnya, kemajuan teknologi, ekonomi, dan pembangunan harus selalu ditopang oleh nilai-nilai agama agar melahirkan masyarakat yang adil, berakhlak, dan berkeadaban.
Dirjen Pendis: Hormati Orang Tua dan Teladani Karakter Petani
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., menyampaikan pesan yang menyentuh kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar tidak pernah melupakan jasa kedua orang tua.
Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anak tidak pernah lahir dari usahanya sendiri, tetapi merupakan buah dari doa, pengorbanan, dan kerja keras orang tua yang selama bertahun-tahun berjuang memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya.
Dalam sambutannya, Prof. Suyitno mengajak para lulusan untuk meneladani karakter seorang petani, yang menurut beliau menjadi profesi mayoritas orang tua mahasiswa.
Karakter pertama adalah disiplin. Tanpa absensi maupun fingerprint, petani selalu hadir tepat waktu ke sawah setiap hari karena memahami bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui konsistensi.

Karakter kedua adalah ketelatenan dan kemampuan beradaptasi. Petani memahami musim, memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi alam, serta mampu menyesuaikan strategi ketika menghadapi perubahan.
Karakter ketiga adalah kesabaran. Petani menyadari bahwa setiap hasil memerlukan proses. Bahkan ketika mengalami gagal panen, mereka tidak menyerah dan tidak berhenti menjadi petani, tetapi kembali bekerja dengan semangat baru.
Nilai-nilai tersebut, menurut beliau, merupakan bekal penting bagi para lulusan dalam menghadapi dinamika kehidupan, dunia kerja, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Yayasan: Misi Profetik dan Keilmuan adalah Fondasi Peradaban
Ketua Yayasan Darul Fattah, KH. Abu Azzam Aryasin, menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Wisuda Sarjana ke-XV.
Beliau mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah, para dosen, tenaga kependidikan, civitas akademika, seluruh keluarga besar Darul Fattah, masyarakat Lampung, serta para tamu undangan yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan INDAFA.

Proses pertumbuhan INDAFA yang bermula dari sebuah Ma’had Bahasa Arab dan Studi Islam yang bernama Ma’had Darul Fattah tidak bisa lepas dari dukungan dari berbagai pihak dan unsur yang selama ini berperan dalam mengawal eksistensi institusi.
Secara khusus beliau menyampaikan penghargaan kepada tamu kehormatan dari Mesir, Prof. Dr. Tamer Al-Khedr Al-Ghazawi, dosen Universitas Kanal Suez sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Risalah As-Salam Mesir, atas komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Syeikh Ali asy-Syurofa’ Al-Hamadi, tokoh utama di balik Yayasan Risalah As-Salam Internasional yang berpusat di Uni Emirat Arab seraya mengulas pemikiran beliau mengenai pentingnya membangun pendidikan yang berlandaskan misi profetik dan tradisi keilmuan.
Menurut KH. Abu Azzam Aryasin, gagasan tersebut memiliki relevansi yang sangat besar, tidak hanya bagi dunia Arab, tetapi juga bagi Indonesia dalam membangun masyarakat yang moderat, berilmu, dan berkeadaban.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas para tenaga kependidikan, Ketua Yayasan juga mengumumkan pemberian hadiah umrah kepada dua orang pegawai Yayasan Darul Fattah Lampung, yang terdiri dari unsur dosen dan tenaga kependidikan INDAFA berlanjut disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.
85 Persen Lulusan Telah Terserap Dunia Kerja
Selain capaian akademik, Institut Darul Fattah Lampung juga menunjukkan keberhasilan dalam menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam momentum wisuda oleh Rektor INDAFA, sekitar 85 persen wisudawan dan wisudawati angkatan ini telah terserap ke dunia kerja di berbagai bidang pengabdian dan profesi.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa proses pendidikan yang dikembangkan INDAFA tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan secara teoritis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kompetensi, karakter, dan kemampuan adaptasi yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia profesional.

Para lulusan INDAFA selama ini berkiprah di berbagai sektor, khususnya bidang pendidikan, dakwah, pembinaan keagamaan, lembaga pendidikan Islam, wiraswasta, serta berbagai bidang sosial kemasyarakatan. Hal ini sejalan dengan visi Institut Darul Fattah dalam melahirkan sarjana Muslim yang memiliki integritas keilmuan, kemampuan profesional, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tingkat serapan lulusan tersebut juga menjadi refleksi bahwa pendidikan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral dan spiritual dalam menjalankan profesinya.
Dengan capaian tersebut, INDAFA terus berkomitmen melakukan penguatan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum, peningkatan kerja sama kelembagaan, serta perluasan jejaring nasional dan internasional agar para lulusan semakin siap menghadapi tantangan zaman. (Ak/redaksi)
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Wisuda Sarjana ke-XV (15) INDAFA Lampung: Luluskan 191 Sarjana, Perkuat Sinergi Pendidikan Islam Menuju Kebangkitan Peradaban