
Oleh: Khalid Syaifurrahman, Lc., M.S.I (Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat)
إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ اَللّهم صَلِّ و سَلِّم على خَاتِمِ النَّبيِيِّن و عَلَى آلِهِ و صَحْبِهِ أَجْمعِيْنَ أما بعد؛ فيا عباد الله أوصيني وإياكم بالتقوى الله, وقال الله تعالى :﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾ [آل عمران: 102]
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Alhamdulillah, hari ini kita berada di hari yang mulia, hari Jum’at, sekaligus bertepatan dengan tanggal 12 Rabi’ul Awal, di mana masyarakat Muslim di Indonesia memperingati hari kelahiran manusia agung, Baginda Rasulullah ﷺ, yang membawa cahaya kebenaran dan keselamatan bagi umat manusia sepanjang zaman.
Empat belas (14)- lima belas (15) abad yang lalu lahirlah seorang manusia yang lama ditunggu, khususnya oleh para rahib dan ahli kitab yang telah mengetahui kabar kenabiannya. Salah satu kisah penantian yang menakjubkan adalah kisah Tubbā‘ As‘ad al-Himyari, seorang raja dari Yaman, yang telah menantikan Nabi ﷺ 700 tahun sebelum beliau lahir.
Tubbā‘ bahkan menulis sebuah surat yang dititipkannya kepada seoarang ulama yang ia tempatkan disana untuk menunggu nabi saw, surat itu terus dijaga dari generasi ke generasi hingga sampai kepada Nabi ﷺ ketika tiba di Madinah. Rumah sahabat Abu Ayyub al-Anshari, tempat Nabi ﷺ menginap kala tiba dari hijrah di Madinah adalah generasi keturunan ulama yang dititipkan oleh Tubbā‘ surat tersebut.
Ibnu Hisyam meriwayatkan, ketika dua orang rahib Yahudi menasihati Tubbā‘ agar tidak menghancurkan kota Madinah, mereka berkata bahwa kelak kota itu akan menjadi tempat hijrah Nabi terakhir di akhir zaman. Mendengar kabar ini, Tubbā‘ pun urung menghancurkan Madinah.
Begitu dahsyatnya iman mereka yang sudah beriman kepada Nabi ﷺ jauh sebelum bukti kenabian itu nyata.
Hadirin rahimakumullah,
Ada sebuah ayat yang sering kita dengar, sering pula kita lihat dalam kaligrafi:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari golonganmu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu, ia sangat menginginkan kebaikan bagimu, dan terhadap orang-orang beriman ia sangat penyantun dan penyayang.” (QS. at-Taubah: 128)
Ayat ini menggambarkan sifat-sifat agung Rasulullah ﷺ.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ
“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalanganmu sendiri”.
Ayat ini mengatakan bahwa telah datang kepada kalian seorang rasul, rasul yang memiliki sifat; beliau merasakan berat apa yang dirasakan berat oleh orang lain,
Jadi kalau ada umatnya bersedih,,Rasulullah ﷺ pun juga ikut bersedih. Kalau ada yang menangis dizalimi orang maka Rasulullah ﷺ pun ikut bersedih.
Antara Rasulullah ﷺ dengan umatnya laksana seorang manusia di hadapan cermin. Bila kita tersenyum, cermin pun memantulkan senyum kita. Bila kita bersedih, cermin itu pun memantulkan kesedihan kita pula. Demikianlah Rasulullah ﷺ, beliau adalah cermin bagi umatnya. Maka ketika Rasulullah ﷺ merasakan betapa beratnya sakrataul maut, beliau mengatakan saya meminta kepada allah agar jangan ada dari sekian miliar umatku sampai hari kiamat nanti yang merasakan sakaratul maut seperti ini, biarlah seluruh sakitnya sakaratul maut ini saya tangggung sendiri, itulah yang disebut عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ (ʿazīzun ʿalayhi mā ʿanittum)
Hadirin kaum Muslimin rahimakumullah,
Inilah sifat Rasulullah ﷺ: merasakan penderitaan orang lain. Apabila orang lain sedih kita ikut sedih tapi kalau orang senang kita ikut senang. Jika tetangga menderita tertimpa musibah atau kelaparan sedangkan kita kenyang, lalu kita tidak peduli, maka kita belum sempurna imannya. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا آمَنَ بِي مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ وَجَارُهُ جَائِعٌ وَهُوَ يَعْلَمُ
“Tidaklah beriman kepadaku seseorang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan, dan ia mengetahuinya.”
Hadirin rahimakumullāh,
Selanjutnya حَرِيصٌ عَلَيْكُم, Rasulullah ﷺ sangat ingin, ingin luar biasa menjadikan kita ini orang baik.
Maka kalau ada di antara umatnya melakukan sunnahnya, melakukan satu kebaikan, senyumlah Rasulullah. Tetapi kalau ada satu saja di antara sekian banyak umatnya melakukan dosa, maka dosa umatnya itu menjadi linangan air mata Rasulullah. Itulah makna حَرِيصٌ عَلَيْكُم — sangat menginginkan umatnya berbuat baik ataupun kebaikan.
Dan yang terakhir, بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ, dan terhadap orang-orang yang beriman beliau sangat penyantun lagi penyayang. Nabi ﷺ penuh kelembutan, kasih sayang, dan tidak kasar kepada kaum mukminin. Beliau selalu mendoakan, memaafkan, dan berbelas kasih kepada umatnya, bahkan kepada orang-orang yang menyakitinya.
Cinta beliau begitu besar, bahkan kepada kita yang belum pernah berjumpa dengannya. Dalam hadis Anas bin Malik r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
مَتَى أَلْقَى أَحْبَابِي؟ … أَنْتُمْ أَصْحَابِي، أَحْبَابِي قَوْمٌ لَمْ يَرَوْنِي وَآمَنُوا بِي وَأَنَا إِلَيْهِمْ بِالأَشْوَاقِ لأَكْثَر
“Kapan aku akan berjumpa dengan orang-orang yang kucintai?”
Para sahabat bertanya, “Bukankah kami ini orang-orang yang engkau cintai?”
Beliau menjawab, “Kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun orang-orang yang kucintai adalah kaum yang belum pernah melihatku, tetapi mereka beriman kepadaku. Dan kerinduanku kepada mereka lebih besar.”
Hadirin rahimakumullah,
Bahkan di akhirat kelak Rasulullah ﷺ menanti umatnya di telaga Al-Kautsar. Beliau akan mengenali umatnya dari bekas wudhu, wajah dan tangan mereka bercahaya. Namun, semoga kita tidak termasuk orang yang diusir dari telaga karena meninggalkan ajaran beliau ﷺ .
فَقَالَ : أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ, قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا.
Beliau ﷺ bersabda: ‘Bagaimana menurut kalian, jika ada seorang lelaki yang memiliki kuda berwarna putih di wajah dan kakinya (gurra muhajjalah), berada di tengah kumpulan kuda yang semuanya hitam legam (duhm, buhm), apakah ia akan mengenali kudanya?’ Mereka (para sahabat) menjawab: ‘Tentu saja, wahai Rasulullah.’ Beliau ﷺ bersabda: ‘Maka demikianlah keadaan umatku, mereka akan datang pada hari kiamat dengan wajah dan anggota tubuh bercahaya karena bekas wudhu, dan aku mendahului mereka di telaga (Haudh). Ketahuilah, sungguh akan ada beberapa orang yang diusir dari telagaku sebagaimana diusirnya unta yang tersesat. Aku akan memanggil mereka: “Kemari!” tetapi dikatakan kepadaku: “Sesungguhnya mereka telah mengubah (ajaranmu) sepeninggalmu.” Maka aku pun berkata: “Jauh, jauh (dari rahmat Allah)!
Oleh karena itu, rasa kasih Rasulullah ﷺ kepada umatnya sangatlah besar. Sampai-sampai Allah sendiri menegaskan sifat beliau dengan sebutan raḥīm (penyayang). Kata raḥīm pada asalnya merupakan salah satu sifat Allah ﷻ, namun dalam Al-Qur’an sifat ini juga dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ. Mengapa demikian? Karena kasih sayang beliau sungguh luar biasa, jauh melebihi batas kebiasaan manusia pada umumnya. Hal ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ adalah figur yang istimewa, kasih sayang Rasulullah ﷺ adalah pemberian (mawhūbah) khusus dari Allah ﷻ, sehingga beliau ﷺ dengan kepedulian dan kasih sayangnya, selalu menghendaki dan menginginkan kebaikan serta keselamatan umatnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Maka, apabila kita bersikap lemah lembut kepada sudara kita seiman, berbelas kasih kepada mereka, maka ini di antara bentuk mencontoh Nabi ﷺ. Tetapi kalau kita masih saling serang, saling hujat, caci maki, hanya karena perbedaan kecil, maka ini belum mencontoh baginda Nabi ﷺ.
Hadirin jama’ah rahimakumullah,
Semoga kita dapat menjadi umatnya Nabi ﷺ yang baik, meniru sifat beliau ﷺ dan mencintai beliau sebagaimana beliau ﷺ begitu besar mencintai kita, sebab dengan itu, kita akan bersama dengan beliau di akhirat kelak nanti sesuai dengan sabdanya, anta ma’a man ahbabta, engkau bersama dengan orang yang engkau cintai.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الحمدُ للهِ على إحسانِهِ، والشُّكرُ لهُ على توفيقِهِ وامتنَانِهِ، أَشهَدُ أن لا إلهَ إلَّا هو وحدَهُ لا شريكَ له، تعظيمًا لشأنِهِ، وأَشهَدُ أنَّ محمّدًا عبدُهُ ورسولُهُ، الدَّاعي إلى سبيلِهِ ورِضوانِهِ، صلواتُ اللهِ وسلامُهُ عليه وعلى آلِهِ ومَن تبِعَهُم بإحسانٍ إلى يومِ الدِّين؛ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعالى فيما أَمَر، وانتهُوا عمّا نهى، وَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ أَمَرَكُم بأمرٍ بدأ فيهِ بنفسِهِ، وثنَّى بملائكةِ قُدسِهِ، فقال في مُحكَمِ التَّنزيل: ﴿ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴾ [الأحزاب: 56]؛ اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّم على نبيِّنا محمَّدٍ، وارضَ اللَّهُمَّ عن خلفائِهِ الرَّاشدين الذين قضَوا بالحقِّ وبه كانوا يعدِلون: أبي بكرٍ، وعمر، وعثمان، وعليٍّ، وعن سائرِ الصَّحابةِ أجمعين، وعنَّا معهم بجُودِكَ وكرمِكَ يا أكرمَ الأكرمين.
اللَّهُمَّ اغفِر للمسلمينَ والمسلماتِ، والمؤمنينَ والمؤمناتِ، الأحياءِ منهم والأمواتِ. اللَّهُمَّ أعِزَّ الإسلامَ والمسلمين، وأذِلَّ الشِّركَ والمشركين، ودمِّر أعداءَ الدِّين، واجعل اللَّهُمَّ هذا البلدَ آمِنًا مطمئنًّا رخاءً وسائرَ بلادِ المسلمين. اللَّهُمَّ آمِنَّا في أوطانِنا، وأصلِح أئمَّتَنا ووُلاةَ أمورِنا، واجعل اللَّهُمَّ ولايتَنا فيمَن خافَكَ واتَّقاكَ، واتَّبع رِضاكَ يا ربَّ العالمين.
عِبادَ اللهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأمُرُ بِالعَدلِ وَالإِحسانِ وَإيتاءِ ذي القُربىٰ، وَيَنهىٰ عَنِ الفَحشاءِ وَالمُنكَرِ وَالبَغيِ ۚ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرونَ ﴿النحل: ٩٠﴾ فاذكُروا اللهَ العظيمَ يَذكُركُم، واشكُروهُ على نِعَمِهِ يَزِدكُم، ولذِكرُ اللهِ أكبَر
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Sifat dan Keteladanan Rasulullah ﷺ