
Oleh: Dr. Mustori Ahmad, Lc., M.S.I.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ؛ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا؛ أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهُدَىٰ هُدَىٰ مُحَمَّدٍ صَلَّىٰ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ إِلَى آخِرِ الْحَدِيْثِ
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala,
Sebagai seorang hamba kita selalu mengharapkan rahmat Allah ta’ala. Terdapat anjuran untuk mengawali perbuatan baik dengan mengucapkan kalimat Basmalah yang di dalamnya terkandung makna sifat Rahman dan Rahim Allah yang berarti Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari untaian kasih sayang Allah. Kita bisa bebas bergerak, berucap, berbuat apa saja yang kita kehendaki, karena rahmat Allah. Mulai bangun tidur, berdiri, masuk ke dalam kamar kecil, berwudhu, salat, membaca zikir, keluar rumah, beraktifitas di luar, bekerja, makan, minum, berkeluarga, semuanya terjadi karena di dalamnya ada rahmat Ilahi Rabbi.
Kita bisa terlahir ke dunia, karena cinta dan kasih sayang Allah. Kita dibesarkan oleh ayah ibu kita, karena Allah-lah yang memberikan rahmat di dalam hati mereka. Kita bisa apa pun itu, semuanya karena cinta dan kasih sayang Allah.
Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk senantiasa mendapat perlindungan, rahmat, dan cinta dari Allah SWT. Agar terus mendapatkan rahmatNya, Rasulullah SAW menyampaikan kepada kita faktor-faktor yang harus kita miliki agar rahmat tersebut mengitari kehidupan kita. Beliau bersabda:
ثلاث من كن فيه آواه الله في كنفه، ونشر عليه رحمته، وأدخله جنته: من إذا أُعطي شكر، وإذا قدر غفر وإذا غضب فتر
Ada tiga hal yang jika dimiliki seseorang, dia akan mendapatkan pemeliharaan Allah, akan dipenuhi dengan rahmat-Nya dan Allah akan senantiasa memasukkannya ke dalam lingkungan hamba-hamba yang mendapat cinta-Nya: (1) seseorang yang selalu bersyukur ketika Allah memberinya nikmat (2) seseorang yang meluapkan amarahnya tapi dia memilih untuk memberi maaf atas suatu kesalahan orang lain, dan (3) seseorang yang jika marah dia menghentikan rasa marahnya.” (H.R. Hakim).
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala,
Dari apa yang Rasul sampaikan di atas, kita catat ada tiga hal yang harus kita miliki agar kita selalu berada di bawah naungan rahmat Allah. Pertama, mensyukuri nikmat Allah. Ada berapa nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita? Adakah dari umat manusia dengan peralatan yang paling sekalipun yang sanggup menghitung nikmat-nikmat tersebut? Tidak ada satu pun di antara kita yang mampu menghitung. Begitu banyak nikmat yang sudah kita rasakan. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya adalah nikmat dari Allah yang tiada bandingannya, tidak ada cadangan yang sama persis dengannya, dan sangat mahal pula harganya.
Maka sudah menjadi keniscayaan bagi kita untuk tidak lalai mensyukuri semua nikmatNya, sekali lagi semua, sekecil apapun itu, kita syukuri nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Kita jika pandai bersyukur, Allah tambahkan nikmat tersebut atas diri kita. Allah SWT berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala,
Kedua, memaafkan kesalahan orang lain. Allah SWT berfirman:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199).
Dalam pergaulan sehari-hari, mungkin terselip canda, ungkapan, atau sikap kita yang menjadi pemicu kesalahpahaman yang berujung pada permusuhan. Bisa jadi kita yang melakukannya kepada orang lain atau orang lain yang melakukannya kepada kita.
Kesalahan yang pernah kita lakukan baik dengan sengaja atau tidak, atau ada di antara saudara kita ada yang pernah berbuat salah kepada kita, sangatlah baik jika kita menutupi kesalahan itu dengan saling meminta maaf, lebih-lebih jika orang lain terlebih dahulu memohon maaf kepada kita, tentu sudah selayaknya kita membuka pintu maaf yang selebar-lebarnya.
Dengan memaafkan kesalahan orang lain yang pernah melanggar hak diri kita, akan menjaga diri kita untuk selalu masuk ke dalam golongan yang diberi rahmat oleh Allah SWT. Dendam kesumat tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada justru membuat diri kita tersiksa, hidup penuh warna-warni permusuhan kepada sesama, padahal seribu teman seolah tidak bermanfaat jika kita punya satu musuh sekalipun.
Hiduplah dengan hati yang teduh, yang penuh sikap pemaaf kepada sesama, maka hidup kita akan menjadi indah dan kita pun akan disayang oleh Allah.
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala,
Ketiga, menghentikan kemarahan. Kemarahan sering dipicu oleh kejadian yang diakibatkan tindakan orang yang jahil. Kemarahan yang tidak kita kendalikan, membuat diri kita mudah melakukan perbuatan-perbuatan nekad, gelap mata dan nurani, sehingga sampai hati menghilangkan nyawa seseorang.
Sebagai Muslim, jangan sampai kita menuruti emosi kemarahan kepada sesama meski kita mampu meluapkannya. Kemarahan yang tidak terkendali dapat menodai akhlak kita yang berarti akan merusak keimanan yang kita miliki. Rasulullah SAW bersabda:
الغَضَبُ يُفسِدُ الإيمانَ كما يُفسِدُ الخَلُّ العَسَلَ
“Kemarahan itu merusak iman seperti cuka merusak madu.” (HR. Baihaqi)
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرْعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
“Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang dapat menguasai diri di kala ia marah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).
Jika kita pandai menahan nafsu untuk marah yang tercela, kita akan memperoleh keutamaan yang sangat besar dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ
“Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Tirmidzi)
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala,
Demikianlah tiga faktor peraih cinta dan rahmat Allah. Kita harus mampu menjadi hamba Allah yang tahu terima kasih, yang pandai bersyukur kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, sanggup untuk memaafkan kesalahan yang dilakukan orang lain kepada kita agar hati kita bersih dari penyakit-penyakit hati yang salah satunya adalah dendam, kemudian kita berusaha untuk mampu mengendalikan nafsu marah agar tidak meluapkannya padahal kita mampu melakukannya.
Insya Allah, dengan ketiga faktor ini, rahmat dan kasih sayang Allah akan setia membersamai kehidupan kita hingga kita wafat dalam keadaan dirahmati, yang itu menjadi tanda Husnul khatimah.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ والمسلمات إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْم.
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَة
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ .رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، ولذكر الله أكبر، وأقيموا الصلاة!
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Meraih Nikmat dengan Kasih Sayang Allah