
Oleh: Dr. Mustori Ahmad, Lc., M.S.I.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهُدَىٰ هُدَىٰ مُحَمَّدٍ صَلَّىٰ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ إِلَى آخِرِ الْحَدِيْثِ
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala:
Hidup tidak selamanya berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang kita harus menghadapi permasalahan yang mendatangkan kegundahan dan kecemasan. Sehingga jiwa menjadi terguncang, hati terasa sumpek dan galau.
Goncangan dalam jiwa bisa menyeret kepada keadaan lepas kendali, bahkan bisa menggiring seseorang pada sikap kalap dan menghabisi nyawanya sendiri. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan International Association of Suicide Prevention (IASP), lebih dari satu juta orang meninggal dunia karena bunuh diri setiap tahunnya. Pada tahun 2020, diperkirakan ada satu orang meningga dunia karena bunuh diri setiap 20 detik.
Di samping itu, hasil penelitian selama ini, menunjukan bahwa di Indonesia orang yang terserang penyakit guncangan jiwa mencapai 20% dari seluruh penduduk, kendati pun jumlah ini tidak separah di Inggris yang mencapai 25% atau di Amerika yang mencapai 35%. Namun jumlah ini cukup memprihatinkan dan nampaknya semakin meningkat dari waktu ke waktu
Oleh karena itu, kita membutuhkan formula yang tepat untuk menghadirkan ketenangan jiwa. Diantara kiat praktis yang patut kita amalkan agar kita bisa meraih ketenangan jiwa adalah:
Pertama: Berzikir (mengingat Allah)
Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Ra’d ayat 28:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ
“Orang-orang beriman hati mereka tenang dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”
Inilah kiat yang paling jitu untuk menghadirkan ketenangan jiwa. Tidak ada obat yang lebih mujarab dari zikir kepada Allah SWT. Namun sayangnya, seringkali orang berusaha mencari ketenangan jiwa dengan jalan yang salah. Sehingga bukan kebahagiaan yang didapatkan, melainkan kesengsaraan yang datang bertubi-tubi. Ada yang ingin bahagia dengan datang ke diskotik, minum khamar, sampai menggunakan obat-obatan terlarang.
Maka seharusnya bagi seorang Muslim, senantiasa menyertakan Allah dalam setiap aktivitasnya. Selalu mengingat Allah dalam setiap keadaannya, baik dalam keadaan lapang ataupun dalam keadaan sempit. Ketika dalam keadaan takut, kita mengingat Allah dengan memohon perlindungannya. Ketika kita terjerumus kepada perbuatan maksiat kita memohon ampunan kepada Allah. Dan ketika kita mendapatkan kenikmatan kita bersyukur kepada Allah dan memujinya.
Demikian seterusnya, setiap aktivitas orang yang beriman seharusnya tidak pernah lepas dari mengingat Allah. Karena orang yang berusaha untuk selalu ingat kepada Allah SWT, maka ia akan mendapatkan ketenangan jiwa. Ia akan mendapatkan bimbingan dalam menata kehidupannya menjadi lebih baik.
Kedua: Yakin dengan pertolongan Allah SWT.
Seorang yang beriman kepada Allah, haruslah yakin dengan pertolongan Allah. Hanya kepada Allah memohon bantuan dan pertolongan untuk semua hajat kehidupan dunia dan akhirat. Hanya kepada Allah SWT memohon pertolongan untuk mengatasi problematika yang tengah menimpa dalam kehidupan kita.
Sesulit apa pun keadaan, bagi seorang mukmin haruslah yakin akan adanya pertolongan Allah. Denagn keyakinan itulah akan membuat kita merasa tenang. Allah SWT berfirman dalam surat al-Maidah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ هَمَّ قَوْمٌ اَنْ يَّبْسُطُوْٓا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗوَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah yang diberikan kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan-tangan mereka. Bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu berserah diri.”
Ayat ini diturunkan ketika seorang yang bernama Ghauras bin Haris hendak membunuh Rasulullah SAW. Sesampainya di hadapan Rasulullah, Ghauras mengacungkan pedangnya dan berkata, Siapakah yang dapat menolongmu wahai Muhammad? Dengan penuh keyakinan, Nabi menjawab, Allah-lah yang akan menolongku. Mendengar jawaban Rasulullah, Ghauras gemetar, sampai pedang di tangannya pun terlepas. Melihat demikian, lalu Rasulullah mengambil pedang tersebut dan berkata, Siapakah yang dapat menolongmu wahai Ghauras?” Ghauras hanya bisa menjawab, Jadilah engkau sebaik-baik orang yang bertindak wahai Muhammad. Ghauras pun dilepaskan. Dan sepulangnya Ghauras ke kaumnya ia berkata, Saya baru saja menjumpai seorang manusia yang paling baik, yaitu Rasulullah Muhammad SAW.
Kisah ini mengandung pelajaran tentang yakin dengan pertolongan Allah SWT yang akan meneguhkan iman kita kepada Allah. Yakin dengan pertolongan Allah akan menimbulkan semangat dalam menghadapi kesusahan dan penderitaan.
Ketiga: Bersyukur atas Nikmat-nikmat Allah.
Begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Begitu banyak nikmat Allah yang harus kita syukuri. Kurangnya bersyukur terhadap nikmat Allah adalah salah satu sebab kecemasan dan ketidaktenangan jiwa. Jika lalai dalam bersyukur, maka Allah akan menimpakan azab yang tentu akan membuatnya merasa tidak tenang. Allah SWT berfirman dalam surat an-Nahl ayat 112:
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَىِٕنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.
Keempat: Membaca, menyimak, dan merenungi Al-Quran.
Sebagai mukjizat terbesar dari Allah kepada nabi Muhammad, Al-Quran memiliki fungsi sebagai penenang jiwa setiap orang yang membaca, menyimak, dan mempelajarinya. Ayat-ayat Al-Quran yang kita baca setiap harinya, akan membuat hati kita tenang dan tenteram.
Al-Quran adalah penyembuh dari segala kegundahan dan kegelisahan. Orang yang ingin meraih ketenangan jiwa, sudah sepatutnya tidak jauh dari Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam surat az-Zumar ayat 23:
اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَۙ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur’an yang serupa ayat-ayatnya dan berulang-ulang. Kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya bergetar. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah.
Ayat ini juga dipertegas oleh hadis Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim:
ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله، ويتدارسونه بينهم، إلا نزلت عليهم السكينة، وغشيتهم الرحمة، وحفتهم الملائكة، وذكرهم الله فيمن عنده” (رواه مسلم).
“Dan tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca kitabullah dan mempelajarinya, kecuali akan dianugerahi ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi Malaikat, dan disebut-sebut Allah dihadapan makhluk yang dekat kepadanya “(HR. Muslim).
Hadits Nabi ini menyebutkan bahwa orang yang membaca dan mempelajari Al-Quran, minimal akan mendapat empat keutamaan:
Pertama, orang-orang yang membaca atau mendengarkan al-Quran akan dianugerahi ketenangan jiwa.
Kedua, membaca dan mendengar al-Quran akan mendapat limpahan rahmat dan berkah dari Allah SWT.
Ketiga, para Malaikat akan mengelilingi orang-orang yang sedang membaca al-Quran.
Keempat, orang yang mempelajari al-Quran akan disebut-sebut Allah di kalangan para Malaikat.
Inilah empat kiat menggapai ketenangan jiwa. Mari kita amalkan. Insya Allah kita bisa menata hati menjadi lebih baik.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَة
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ .رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ .رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، ولذكر الله أكبر، وأقيموا الصلاة.
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Tips Memperoleh Ketenangan Jiwa