KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Fikih » Mengenal Kitab Fikih Matan Abu Syuja’ dalam Madzhab Syafi’i

    Mengenal Kitab Fikih Matan Abu Syuja’ dalam Madzhab Syafi’i

    BY 13 Aug 2024 Dilihat: 84 kali

    Oleh: Ahla Kembara, B.Sh., M.S.I.

                Kitab Matn Al-Ghāyah wa At-Taqrīb atau populer dengan sebutan Matn Abī Syujā’ atau Matan At-Taqrīb adalah kitab fikih ringkas dalam madzhab Syafi’i. Kitab ini disebut juga dengan nama Ghāyatu al-Ikhtishār (غاية الاختصار). Terkenal dengan sebutan Matan Abu Syuja’, karena kitab ini ditulis oleh Al-Qādhī Abū Syujā’ Ahmad ibn al-Husain ibn Ahmad al-Ashbahānī al-Bashrī al-‘Abbādānī asy-Syāfi’ī. Beliau –rahimahullah- lahir di Basrah, Irak pada tahun 434 H[1] dan wafat pada beberapa tahun setelah tahun 500 H[2].

                Kitab Matan Abu Syuja’ sangat populer dan familiar di kalangan penuntut ilmu syar’i, bahkan menjadi kitab fikih dasar bagi para pembelajar fikih seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, kitab ini dijadikan bahan ajar di berbagai pondok pesantren, madrasah, dan majelis taklim. Matan Abu Syuja’ terhitung sebagai kitab fikih bagi para pemula yang ingin belajar disiplin ilmu fikih, khususnya fikih bermadzhab Syafi’i. Sesuai dengan sebutannya, Ghāyatu al-Ikhtishār (غاية الاختصار), kitab ini berisi materi yang ringkas, padat, dan mudah dipahami isinya. Kitab terjemahannya pun sudah banyak tersebar di Indonesia. Matan yang berusia 900 tahunan lebih ini masih eksis dipelajari, menjadi referensi, dan manfaatnya bisa dirasakan sampai zaman modern ini. Hal ini menunjukkan berkah yang Allah berikan kepada kitab ini dan penulisnya.

                Kitab ini ditulis oleh Qādhī Abu Syuja’ berawal dari permohonan teman-temannya agar beliau menulis sebuah ringkasan fikih berdasarkan madzhab Imam Syafi’i (Muhammad ibn Idrīs -rahimahullāh-) dalam bentuk yang singkat dan padat, sehingga bisa menarik penuntut ilmu untuk mempelajarinya dan memudahkan pemula dalam menghafalnya[3]. Meskipun isinya ringkas dan padat, kitab ini sarat dengan ilmu, bahkan menjadi stimulus bagi para penuntut ilmu untuk mengembangkan khazanah keilmuan, khususnya dalam disiplin ilmu fikih.

                Kitab Matan Abi Syuja’ terdiri dari 1 (satu) muqaddimah (pembukaan) dan 16 (enam belas) kitāb[4] (bab pembahasan) yang di dalamnya terdapat fushūl (pasal-pasal) yang ditulis secara sistematis. Lebih jelasnya mengenai bab pembahasan dalam kitab ini (Matan Abi Syuja’) adalah sebagai berikut:

    1. Bab Thaharah (Bersuci)
    2. Bab Sholat
    3. Bab Zakat
    4. Bab Shaum
    5. Bab Haji
    6. Bab Jual Beli dan Transaksi Muamalat Lainnya
    7. Bab Faraidh dan Wasiat
    8. Bab Nikah, Hukum, dan Keputusan yang Berhubungan dengannya
    9. Bab Jinayat
    10. Bab Hudud
    11. Bab Jihad
    12. Bab Perburuan dan Sembelihan
    13. Bab Perlombaan dan Memanah
    14. Bab Sumpah dan Nadzar
    15. Bab Peradilan dan Persaksian
    16. Bab Pembebasan Budak

    Masing-masing bab tersebut masih terdapat rincian berupa pasal-pasal sesuai dengan cakupan bab pembahasannya.

    Saking penting dan berharganya kitab Matan Abu Syuja’, banyak ulama yang menulis syarah (penjelasan) bagi kitab matan ini, di antaranya yang terkenal adalah Imam Taqiyyuddīn Abū Bakr ibn Muhammad al-Husainī al-Hishnī ad-Dimasyqī (w.829 H) yang menulis kitab syarah yang bernama Kifāyatul Akhyār fī Halli Ghāyatil Ikhtishār, Imam Ahmad al-Akhshāshī (w. 889 H) menulis kitab Syarh Mukhtashār Abī Syujā’, Imam Abū ‘Abdillāah Muhammad ibn Qāsim al-Ghāzī (w. 918 H) menulis kitab Fathul Qarīb al-Mujīb fī Syarh Alfādzi at-Taqrīb, yang mana kitab-kitab syarah tersebut juga dipelajari di berbagai pesantren, lembaga diniyah, dan beberapa majelis taklim yang ada di Indonesia.


    [1] Abū Thāhir as-Silafī Ahmad ibn Muhammad al-Ashbahānī, Mu’jam as-Safar, Tahqiq: ‘Abdullah ‘Umar al-Bārūdī, (Mekah: Al-Maktabah At-Tijāriyyah, tanpa tahun), hal. 25.
    Sebagian ulama mengatakan bahwa beliau lahir di tahun 433 H dan wafat pada tahun 593 H, namun tahun tersebut sebenarnya masih menjadi perbedaan pandangan di kalangan ahli ilmu. Yang lebih kuat adalah riwayat yang mengatakan beliau (Abu Syuja’-red) lahir pada tahun 434 H sebagaimana penuturan beliau sendiri yang diceritakan oleh muridnya Abu Thahir as-Silafi, dan wafat pada beberapa tahun setelah tahun 500 H. Namun kepastian berapa tahun setelah tahun 500 H ini masih perlu divalidasi, karena ada perkiraan bahwa tahun wafatnya 534 H. Lihat: Majallah Ma’had al-Makhthuthat al-‘Arabiyyah, “Man Muallifu Kitab “Al-Ghayah wa At-Taqrib?”, Tulisan Dr. Abdul Hakim al-Anis, peneliti senior di Departemen Urusan Islam Dubai, Uni Emirat Arab.

    [2] Mu’jam as-Safar, hal. 25.

    Lihat juga: Hadiyyatul ‘Ārifīn: Asmāul Muallifīn wa Ātsārul Mushannifīn karya Ismā’īl Bāsyā al-Bābānī al-Baghdādī, 1/82.

    [3] Al-Qādhī Abū Syujā’ Ahmad ibn al-Husain ibn Ahmad al-Bashrī asy-Syāfi’ī, Matn Al-Ghāyah wa At-Taqrīb, Tahqiq: Mājid al-Hamawī, (Beirut: Dār Ibn Hazm, 1415 H/ 1994 M), Cet. 2, hal. 23.

    [4] Yang dimaksud dengan kitāb dalam hal ini adalah bab pembahasan.

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Mengenal Kitab Fikih Matan Abu Syuja’ dalam Madzhab Syafi’i

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023