
Kalau anda sedang jalan-jalan di pasar kurma Makkah atau Madinah, dan melihat tumpukan buah yang warnanya cokelat keemasan, jangan buru-buru teriak “Sukkari!”. Coba perhatikan lebih dekat. Jika anda menemukan kurma yang bagian badannya cokelat matang tapi di bagian pangkal dekat tangkainya ada “topi” kecil berwarna kuning pucat atau lebih muda, selamat! anda sedang berhadapan dengan kurma Sho’idi.
Di kalangan pedagang internasional, kurma ini sering disebut sebagai Saidi atau Siwi. Ia adalah representasi dari ketangguhan alam Afrika Utara, khususnya wilayah Libya dan Mesir. Sho’idi bukan sekadar buah. Ia adalah tulang punggung ekonomi bagi masyarakat di Oasis Siwa (Mesir) hingga ke wilayah pedalaman Libya.
Menariknya, meski ia bukan “pribumi” asli Arab Saudi, Sho’idi punya tempat spesial di hati masyarakat Saudi karena ketahanannya dan rasa manisnya yang punya karakter nutty (mirip kacang).

Secara ilmiah, fenomena warna dua ton pada Sho’idi ini berkaitan dengan proses pematangan dan akumulasi gula (inversi gula) yang unik. Bagian ujung kurma biasanya mencapai fase Tamr (matang sempurna) lebih dulu, menjadikannya cokelat pekat. Sementara bagian pangkalnya seringkali masih membawa sisa-sisa fase Khalal atau Rutab yang memberikan tekstur sedikit lebih padat dan warna yang lebih terang.
Inilah yang membuatnya punya sensasi “masir” saat digigit—mirip seperti makan gula merah yang agak empuk namun tidak selumer Sukkari yang creamy. Karena teksturnya yang semi-kering, Sho’idi secara alami lebih awet disimpan lama tanpa harus selalu masuk freezer dan kulkas, sebuah adaptasi evolusioner yang pas untuk iklim gurun yang ekstrem.
Jangan tertipu dengan rasa manisnya yang legit. Di balik itu, Sho’idi menyimpan profil fitokimia yang kompleks. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Saleh et al. (2011) dalam jurnal Food and Nutrition Sciences, kurma varietas Mesir (seperti Siwi atu Sho’idi) memiliki konsentrasi senyawa fenolik yang tinggi. Senyawa ini bertindak sebagai antioksidan alami yang mampu menjinakkan radikal bebas dalam tubuh.
Selain itu, sebuah studi dari El-Sohaimy & Hafez (2010) dalam Journal of Applied Sciences Research mengungkapkan bahwa kurma jenis ini kaya akan mineral makro seperti kalium (potassium) yang sangat penting untuk menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung. Jadi, saat anda mengunyah Sho’idi, anda sebenarnya sedang mengonsumsi “suplemen” alami yang dikemas oleh alam dengan rasa yang enak.

Meskipun pusat produksinya ada di Libya dan Mesir, Sho’idi adalah pengembara yang hebat. Di Saudi, kurma ini sangat digemari karena harganya yang cenderung lebih bersahabat dibanding Sukkari, namun dengan kualitas rasa yang berani diadu. Ia adalah bukti bahwa batas geografis tidak berlaku bagi rasa yang otentik. Sho’idi berhasil menyatukan selera lidah orang Mesir, Libya, hingga Saudi dalam satu genggaman tangan. (Ak/redaksi)
Referensi:
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Sho’idi: Rahasia Emas dari Oasis Mesir dan Tanah Libya