
Di antara kitab rujukan dalam dunia kedokteran Islam yang sering dijadikan referensi adalah kitab ath-Ṭibb an-Nabawī atau Pengobatan ala Nabi. Populer juga disebut dengan kitab Thibbun Naabawi. Kitab ini ditulis oleh ulama besar abad pertengahan, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (691–751 H). Walaupun ada kitab-kitab lain yang memiliki judul yang sama atau mirip, kitab hasil karya Ibnul Qayyim ini boleh dibilang kitab Thibbun Nabawi yang terkemuka.
Sekilas tentang Penulis
Ibnul Qayyim atau akrab juga dikenal dengan Ibnu Qayyim Al Jauziyah, memiliki nama lengkap Muḥammad bin Abī Bakr bin Ayyūb bin Sa‘d Syams ad-Dīn Ibn Qayyim al-Jawziyyah lahir di Damaskus (sekarang ibu kota negara Suriah) pada tahun 691 H/1292 M. Sejak belia, beliau tumbuh dalam lingkungan agama, keilmuan, ketakwaan, dan kesungguhan dalam belajar. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai ulama yang tekun, ilmu dan pemahamannya yang mendalam, sekaligus kuat dalam riset atau penelitian. Wafat pada tahun 751 H/1350 M dalam usia 60 tahun, namun karya-karyanya tetap hidup dan terus dibaca hingga kini. Melalui tinta-tinta pena yang ia torehkan di atas ribuan lembar kertas, Allah mengangkat namanya dan menjadikannya salah satu ulama rujukan besar dalam peradaban Islam.
Menengok Sekilas Kitab Ath-Ṭibb An-Nabawī
Kitab ini Ath-Ṭibb An-Nabawī karya Ibnul Qayyim sebenarnya merupakan bagian dari karya besarnya yang berjudul “Zād al-Ma‘ād fī Hadyi Khayr al-‘Ibād”, namun bab tentang thibbun nabawi memiliki nilai keilmuan yang sangat penting dan harus dikembangkan, sehingga para bāhits (peneliti) memisahkannya secara khusus dan menerbitkannya untuk menjadi kitab terpisah. Langkah tersebut membawa manfaat yang lebih luas dan berdampak, karena pembaca bisa fokus langsung pada kajian pengobatan Nabi ﷺ.
Dalam kitab tersebut, Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ bukan hanya pembawa hidayah ruhani, tetapi juga menjadi perantara kesembuhan bagi tubuh manusia. Beliau ﷺ diutus membawa syifa’ (penyembuh) untuk hati melalui iman, Al-Qur’an, dan sunnah, sekaligus mengajarkan prinsip-prinsip pengobatan jasmani yang sarat hikmah. Dengan demikian, Islam menghadirkan kesehatan yang menyeluruh, mencakup fisik dan spiritual.
Dibuka dengan penjelasan tentang pembagian jenis penyakit, kitab ini tidak hanya membahas pengobatan ala Nabi ﷺ secara teoritis, tetapi juga memaparkan cara penanganan beragam penyakit dan penggunaan obat-obatan alamiah yang disebutkan oleh Nabi ﷺ. Sang penulis juga menjelaskan penanganan penyakit dan pengobatannya dengan pendekatan holistik, memadukan pendekatan medis perspektif thibbun nabawi, pengalaman empiris, serta bimbingan ruhani dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
Ibnul Qayyim memberikan penjelasan dalam mengobati demam, diare, wabah pes dan cara pengobatannya serta cara menjaga diri darinya, penyakit asites (penimbunan cairan dalam perut), luka, pemotongan pembuluh darah dan pengobatan dengan kay (terapi besi panas). Demikian pula kitab tersebut membahas petunjuk beliau dalam pengobatan dengan minum madu, konsumsi habbatus sauda’, berbekam, manfaat dan waktunya, berbekam di bawah dagu, dan lain sebagainya. Bahkan, secara khusus dalam satu bab tentang beberapa obat dan makanan yang disebutkan melalui lisan Nabi ﷺ, Ibnul Qayyim menyusunnya berdasarkan urutan huruf hijaiyah; mulai dari huruf hamzah (ء) hingga huruf ya’ (ي).
Di kitab Thibbun Nabawi Ibnul Qayyim juga menerangkan pengobatan penyakit radang mata (ramad) dengan cara diam, tenang, meninggalkan banyak gerak, serta menjaga diri dari hal-hal yang dapat memicu radang mata. Beliau juga membicarakan pengobatan kebas total (khadhrān kullī) yang membuat tubuh menjadi kaku, cara memperbaiki makanan yang terkena lalat, petunjuk untuk menolak bahaya racun dengan lawannya (antidot), serta pengobatan bisul dan bengkak.
Kemudian disinggung pula pengobatan orang sakit dengan menenangkan jiwa mereka dan menguatkan hati mereka, membangun optimisme kesembuhan, serta memberi makanan kepada orang sakit dengan makanan yang paling lembut dari jenis yang sudah terbiasa dimakannya.
Sebenarnya, masih banyak pembahasan tentang penanganan dan pengobatan terhadap beragam gangguan dan penyakit. Tetapi nampaknya tidak cukup untuk dibahas dalam artikel sederhana ini.
Ibnul Qayyim juga menekankan pengobatan preventif (pencegahan) serta menjaga pola hidup sehat sebelum disambangi penyakit. Ia menguraikan penyakit dan penyebabnya, baik yang bersifat jasmani maupun ruhani. Di dalam kitab Ath-Ṭibb An-Nabawī juga dibahas berbagai makanan, tanaman, dan obat alami yang bermanfaat. Beliau -rahimahullah- juga menyinggung pentingnya ruqyah, doa, dan dzikir sebagai sarana penyembuhan. Kitab ini juga menggambarkan betapa luasnya hikmah Nabi ﷺ, yang mengajarkan pengobatan holistik; memperbaiki tubuh sekaligus membangun jiwa.

Metode Penulisan
Ibnul Qayyim –rahimahullah- memadukan tiga pendekatan utama dalam penulisan bab Ath-Ṭibb An-Nabawī. Secara ringkas bisa dirinci sebagai berikut;
Aktualisasi Kitab
Banyak ulama dan peneliti menilai bahwa pemisahan bab thibbun nabawi dari kitab induknya (Zādul Ma‘ād ) adalah langkah yang strategis untuk mengenalkan pengobatan ala Nabi ﷺ kepada dunia. Hal ini terbukti dari banyaknya cetakan kitab tersebut dalam edisi tersendiri, yang semuanya laris di pasaran dan bahkan terkadang sulit ditemukan karena habis terjual. Fakta ini menunjukkan betapa sebenarnya masyarakat Islam sangat mencintai warisan Nabi ﷺ dalam bidang pengobatan, baik pengobatan fisik dengan ramuan dan makanan, maupun pengobatan ruhani dengan doa dan ayat-ayat Al-Qur’an.
Kitab Ath-Ṭibb An-Nabawī (Thibbun Nabawi) karya Ibnul Qayyim adalah salah satu bukti autentik, bahwa sesungguhnya Islam tidak hanya berbicara tentang ritual ibadah, tetapi juga memberikan perhatian besar pada kesehatan manusia secara menyeluruh. Ia adalah warisan ilmiah yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, tidak pernah usang, terus menebar manfaat, dan semakin terasa relevan di era modern ketika masyarakat perlu kembali mencari pengobatan alami dan spiritual. Dan tentu saja, kitab ini berpotensi tinggi untuk menjadi inspirasi yang menjanjikan guna mengembangkan riset dalam dunia kesehatan dan pengobatan integratif yang memadukan dimensi jasmani dan ruhani, menumbuhkan optimisme hidup dan memberikan harapan kesembuhan nyata bagi manusia modern.
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Berkenalan Sekilas dengan Kitab Ath-Ṭibb An-Nabawī karya Ibnul Qayyim