
Penulis: Ahla Kembara, Lc., MA. (Dosen Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta- Bin Saud University KSA & Dosen Fakultas Syari’ah Institut Islam Al Ghurabaa Jakarta)
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهُدَىٰ هُدَىٰ مُحَمَّدٍ صَلَّىٰ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ إِلَى آخِرِ الْحَدِيْثِ
Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,
Beberapa bulan terakhir ini, portal-portal berita online memberitakan banyak kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia. Bahkan kasus tragis ini menimpa berbagai kalangan dan golongan usia, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, para kawula muda maupun yang sudah tua. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI, pada periode Januari sampai 18 Oktober 2023 terdapat 971 kasus bunuh diri di Indonesia. Angka ini sudah melampaui kasus bunuh diri sepanjang tahun 2022 yang jumlahnya 900 kasus. Artinya, terdapat peningkatan kasus bunuh diri di Indonesia.
Aksi bunuh diri, yang biasanya karena depresi tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor asmara/ percintaan (terutama di kalangan kawula muda), faktor ekonomi, ataupun masalah internal keluarga.
Dalam pandangan Islam, Bunuh Diri adalah Tindakan yang dilarang, dan merupakan Dosa Besar.
Allah ﷻ berfirman:
وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah melemparkan dirimu ke dalam kebinasaan” (Q.S. Al Baqarah; 195)
Di ayat lain, Allah juga berfirman:
لَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29).
Rasulullah ﷺ juga memberikan peringatan dan ancaman bagi orang yang melakukan tindakan bunuh diri,
وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ فِي الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya kelak pada hari kiamat dia akan disiksa dengan cara yang sama (saat ia bunuh diri)” (H.R. Bukhari, 6047, dan Muslim, 110)
Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,
Orang hidup pasti akan dihadapkan dengan berbagai permasalahan. Permasalahan tersebut sebagai ujian bagi kita selaku manusia, hamba Allah. Maka ujian yang menimpa seseorang adalah sunnatullah dalam kehidupan. Tinggal bagaimana manusia menghadapinya dan menyelesaikannya.
Marilah kita renungkan firman Allah ﷻ berikut ini:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Dan sungguh Kami (Allah) menguji kalian dengan sedikit rasa ketakutan, lapar, kekurangan harta benda, jiwa, buah buahan. Dan berilah kabar gembira orang- orang yang sabar” (Q.S. al- Baqarah: 155)
Dari ayat tersebut bisa kita simpulkan bahwa kehidupan manusia itu dinamis, senantiasa berubah- ubah. Ada adagium terkenal; “hidup itu seperti roda, kadang berada di atas, terkadang suatu saat berada di bawah”. Terkadang kita jumpai kemudahan dalam semua lingkup, dan pada lain waktu, kita temukan kesulitan hidup. Suatu saat kita bahagia, riang gembira, suatu saat tiba- tiba berduka. Semua dinamika ini adalah bagian dari pada sunnatullah (ketetapan Allah) yang merupakan ujian keimanan. Seorang pelajar bisa dilihat dan dinilai seberapa besar kemampuan akademiknya melalui Ujian Sekolah. Begitu juga seorang mukmin bisa dilihat dan dinilai seberapa besar keimanannya, setinggi apa kualitas imannya melalui ‘Ujian Kehidupan’.
Allah ﷻ berfirman:
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ
Artinya: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?” (Q. S. al- ‘Ankabut: 2 )
Hadirin sekalian, barang kali sekarang ini, di antara kita mungkin ada yang sedang mengalami masa ekonomi sulit, sedang pailit, ada yang sedang menderita suatu penyakit, baru saja kehilangan orang tua, anak, istri, atau sanak family, ada kekecewaan yang menghimpit atau masalah apapun itu yang membuat hati menjerit. Di saat seperti itu, kita tetap harus pandai- pandai menata hati untuk tetap berhusnudzon (berprasangka baik) kepada Allah ﷻ, dan bersikap optimis. Kata Allah dalam hadits qudsi :
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ
Artinya: “Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba- Ku” (H.R. Bukhari, 6970., H.R. Muslim, 2675)
Maksud hadits tersebut adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan, Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan doa jika hamba meminta, Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. (Syarhu Shahih Muslim, Juz 17, hal. 3)
Praktisnya, barang siapa yang merasa dirinya kotor, hina, pendosa, dan yakin Allah Maha Suci dan Maha Pengampun, kemudian ia bertaubat dan memohon ampunan niscaya Allah memberinya ampunan. Barang siapa yang sedang mengalami kekurangan, dan ia yakin bahwa Allah ﷻ Maha Kaya dan Maha Memberi, niscaya Allah ﷻ akan memberi kecukupan. Siapa yang sedang mengalami masalah apapun dan ia yakin bahwa Allah Maha Pemberi Kemudahan niscaya Allah ﷻ akan memberinya kemudahan.
Hadirin sekalian, sikap optimis adalah sikap batin yang sangat berpengaruh terhadap kondisi batin dan perilaku dzohir kita. Maka dari itu, Rasulullah Muhammad ﷺ membangun sikap optimis dan memberikan jaminan bagi umatnya yang mau bersikap optimis. Dikisahkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ duduk dan di hadapannya ada batu, kemudian beliau ﷺ bersabda :
لَو جَاءَ العُسرُ فَدَخَلَ هذَا الحَجَرَ لَجَاءَ الْيُسْرُ حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ فَيُخْرِجَهُ
“Seandainya kesulitan itu telah datang, kemudian ia masuk ke dalam batu ini, sungguh kemudahan itu akan benar- benar datang sampai ia (kemudahan itu) masuk ke dalam batu itu, kemudian ia mengeluarkan kesulitan tersebut” (Hadits riwayat Imam al- Hakim, al- Mustadrak, Juz 2, hal. 255 )
Jama’ah rahimakumullah, lantas bagaimana caranya mempertahankan sekaligus meningkatkan optimisme dalam diri kita? Mari kita ingat pesan Sang maha guru motivator kita, Baginda Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ (رواه مسلم: 6945)
Cara yang pertama, bersemangatlah terhadap hal yang bermanfaat bagi diri kita. Bersemangat dalam melakukan aktivitas yang menghasilkan manfaat, fokus ke depan untuk meraih keberhasilan, kebahagiaan dunia maupun akhirat. Ada satu atsar hikmah yang menarik;
انتظارُ الفرَحِ عبادةٌ
“Menunggu kebahagiaan adalah ibadah” (az- Zarqani, Muktashar al- Maqashid, 175)
Kedua, mohon pertolongan kepada Allah ﷻ. Kita bersimpuh di hadapan Allah ﷻ, merendahkan hati, dan merasa sangat butuh pertolongan Allah ﷻ. Di antara cara memohon pertolongan Allah ﷻ adalah dengan sabar dan shalat. Allah Ta’ala berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Dan mohonlah pertolongan Allah dengan bersabar dan shalat” (Q.S. al- Baqarah: 45)
Bersabar dalam musibah, meningkatkan kualitas ibadah shalat, baik yang wajib maupun sunnah. Karena shalat adalah media komunikasi kita dengan Allah ﷻ, dan media untuk mengingat- Nya. Musibah yang menimpa jangan sampai menjadikan diri kita lari kepada selain Allah ﷻ, menjauh dari Allah, bahkan menjadikan hal- hal yang terlarang sebagai pelarian. Allah ﷻ berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barang siapa berpaling dari mengingat- Ku (Allah), maka sungguh baginya kehidupan yang sempit, dan Kami (Allah) akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Q.S. Thaha: 124)
Ketiga, jangan bersikap lemah. Sebagai seorang mukmin tak pantas bersikap lemah dan putus asa. Rasulullah ﷺ bersabda:
المؤمنُ القويُّ خيرٌ وأحبُّ إلى اللهِ مِنَ المؤمنِ الضَّعيفِ
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah” (H.R. Muslim, 6945)
Allah ﷻ juga berfirman:
وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang- orang kafir” (Q.S. Yusuf: 87)
Keempat, meyakini bahwa semua yang terjadi adalah takdir Allah ﷻ. Meratap dan mengumpat apapun yang menimpa kita, tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik, bahkan sebaliknya, bisa menjadikan keadaan semakin buruk. Maka Rasulullah ﷺ menyuruh kita untuk mengucapkan:
قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
“Allah telah menakdirkan dan Dia berbuat sesuai apa yang Dia kehendaki” (H.R. Muslim, 6945)
Sabar dan ridha terhadap takdir Allah ﷻ akan membuat hati kita lebih lapang dan pikiran lebih terbuka. Takdir yang dialami seorang mukmin insyaallah mengandung hikmah. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk berdoa:
أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا
“Aku memohon kepada- Mu (Allah) untuk menjadikan semua takdir yang engkau tetapkan padaku baik untukku” (H.R. Ibnu Majah, 3846)
Marilah kita senantiasa meningkatkan rasa
اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Khutbah II
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ اَمَّا بَعْدُ: فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ؛ فَقَالَ تَعَالىَ: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعوات؛ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ؛ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى؛ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن؛ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ؛ عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، ولذكر الله أكبر، وَأقيموا الصلاة!
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Bunuh Diri Bukan Solusi