KATEGORI
  • Adab
  • Ahwal Syakhshiyyah
  • Akidah
  • Bahasa Arab
  • Fikih
  • Fikih Madzhab
  • Fikih Muamalah
  • Galeri Jum'at
  • Hadits
  • Kabar
  • Keindonesiaan
  • Khutbah 'Ied
  • Khutbah Gerhana
  • Khutbah Jum'at
  • Konsultasi
  • Muhasabah
  • Pemikiran Islam
  • Semarak Idul Adha
  • Semarak Idul Fitri
  • Tadabbur Quran
  • Tafsir
  • Tajwid & Tahsin
  • Tazkiyatun Nafs
  • Thibbun Nabawi
  • Tsaqafah
  • Uncategorized
  • Ushul Fikih
  • Beranda » Khutbah Jum'at » Di mana Kewibawaan Umat Islam?

    Di mana Kewibawaan Umat Islam?

    BY 05 Sep 2024 Dilihat: 72 kali

    اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَعَزَّنَا بِالْإِسْلَامِ، وَأَكْرَمَنَا بِالْإِيْمَانِ، وَرَحِمَنَا بِنَبِيِّه – عَلَيْهِ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَأَزْكَى السَّلَامِ – أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَه لَا شَرِيكَ لَه، جَعَلَ السَّعَادَةَ فِي خَشْيَتِه وَتَقْوَاه، وَجَعَلَ الْعِزَّةَ وَالْكَرَامَةَ لِمَنْ خَافَهُ وَاتَّقَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَ قُلُوبِنَا مُحَمَّدًا رَّسُولُ اللهِ، وَحَبِيْبُهُ مِنْ خَلْقِه وَمُصْطَفَاه، فَازَ وَرَبِحَ مَنِ اتَّبَعَ سُنَّتَه وَهُدَاه، وَخَابَ وَخَسَرَ مَنْ خَالَفَ مَنْهَجَه وَعَصَاه، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيهِ وَعَلى آلِه وَصَحَابَتِه، صَلَاةً تَزِيدُ فِي رِفْعَتِه، وَتَرْفَعُ فِي دَرَجَتِه، وَتَبَارَكَ فِي مَنْزِلَتِه، وَتُظِلُّنَا تَحْتَ لِوَائِه فِي أَعَزِّ زُمْرَتِه، وَتَجْعَلُنَا مِنْ رُوَادِ حَوْضِه وَأَهْلِ شَفَاعَتِه؛ فَيَا أَيُّهَا الْـمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَظِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ؛ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً (71) [سورة الأحزاب]؛ أَمَّا بَعْدُ؛

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Jika suatu umat berhak untuk bangga dengan agamanya dan bangga dengan keyakinannya, maka umat itu adalah umat Muhammad ﷺ, umat Rasulullah ﷺ, tidak lain dan tidak bukan adalah umat Islam. Umat ini memiliki agama dan kitab suci yang dijamin eksistensi, autentisitas, dan kesempurnaannya oleh Allah ﷻ. Di dalam Al-Qur’an secara tegas disebutkan:

    ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ

    Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu (Q.S. al-Maidah (5): 3)

    Allah ﷻ juga menegaskan,

    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya. (Q.S. Al-Hijr (15): 9)

    Bahkan, Allah menegaskan bahwasanya sesiapa yang mencari dan menjadikan bagi dirinya agama selain Islam, ia termasuk orang yang rugi,

    وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْأٰخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

    Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Q.S. Ali Imran (3): 85)

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    اَلإِسْلَامُ يَعلُو وَلَا يُعْلٰى عَلَيْهِ

    Islam itu tinggi, dan tidak ada (agama) yang lebih tinggi darinya. (H.R. ar-Ruyani, no. 783., ad-Daruquthni, 3/252, Abu Na’im, 1/92., Shahih al-Jami’ al-Albani, 2778)

    Adapun agama-agama selain Islam, maka pada hakekatnya ia adalah kesyirikan dan kekufuran terhadap Allah, seperti orang-orang yang mengatakan: Allah adalah salah satu dari yang tiga. Di dalam Al-Quran ditegaskan:

    لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ

    Sungguh telah kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa (Q.S. Al-Maidah (5): 73)

    Sedangkan Allah adalah,

    بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (101) ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ  (102لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ(103)

    Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu (101) (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (102) Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia bisa melihat semua yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(103)(Q.S. Al-An’am (6): 101-103)

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Seorang muslim itu pada dasarnya memiliki wibawa, Allah ﷻ yang memberikannya wibawa, Allah ﷻ berfirman:

    وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

    Padahal kekuatan (kewibawaan) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.(Q.S. Al-Munafiqun (63): 8)

    Islam mengajarkan kepada umatnya agar menjadi umat atau masyarakat yang berwibawa, Sayyiduna Umar bin Khatthab –radhiyallahu ‘anhu– berkata:

    إِنَّا كُنَّا أَذَلَّ قَوْمٍ فَأَعَزَّنَا اللهُ بِالإِسْلَامِ، فَمَهْمَا نَطْلُبُ الْعِزَّةَ بِغَيْرِ مَا أَعَزَّنَا اللهُ بِهِ، أَذَلَّنَا اللهُ

    “Dulu kita adalah kaum yang terhina, kemudian Allah memuliakan kita dengan Islam, maka jika kita mencari kemuliaan dengan selain yang Allah muliakan kita dengannya (Islam), sungguh Allah akan hinakan kita”  (al-Mustadrak ‘ala ash-Shahīhain, no. 214, 1/237)

    Lantas, bagaimana keadaan umat Islam hari ini?

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Sungguh ironis, ketika banyak ayat, hadits, dan perkataan hikmah dari salaful ummah yang menerangkan tentang kemuliaan Islam dan umatnya dengan keterangan yang sangat jelas bagaikan matahari di siang hari, ada sebagian orang Islam, memakai atribut keislaman, tetapi dalam dirinya terdapat inferior mentality (mental rendah diri), dengan sikap merendahkan dan menghinakan diri di hadapan kekafiran. Dengan dalih toleransi, simbol dan syiar keislaman harus dikalahkan dengan syiar kekufuran. Tampak ingin memperlihatkan implemetasi sikap toleran, tetapi mengorbankan syiar Islam sendiri. Padahal toleransi bisa diwujudkan dengan tidak saling mengganggu syiar dan kegiatan ritual ibadah oleh masing-masing agama. Yang lebih menggelikan lagi, galak dan garang terhadap sesama umat Islam, tetapi lunak dan lemah terhadap orang kafir dan syiar kekafiran. Dan sikap seperti ini bisa ditemukan dari oknum masing-masing ormas dan kelompok Islam. Wal ‘iyādzu billāh.

    Musuh-musuh Islam mengetahui rahasia kemajuan umat Islam, rahasia kekuatan umat Islam, dan rahasia kewibawaan mereka, maka mereka menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam dan ghirah (spirit) untuk membela Islam, tanpa harus melepaskan status dan atribut keislaman. Dengan cara seperti itu, diharapkan umat ini akan terhina dan menjadi umat rendahan, menjadi umat inferior, tidak percaya diri dengan syariat agamanya, walaupun jumlah mereka banyak. Sehingga malu berbicara tentang keagungan dan kesempurnaan syariat Allah, komprehensifitas Islam, kemuliaan sunnah Rasulullah ﷺ, takut atau khawatir dianggap konservatif, terbelakang, radikalis, dan fundamentalis. Maka benarlah sabda Nabi ﷺ:

    «يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا» فَقَالَ قَائِلٌ: “وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟” قَالَ: «بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ…»

    “Hampir-hampir bangsa lain memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air” (H.R. Abu Dawud, no. 3745)

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Musuh-musuh Islam mengetahui bahwa jika umat Islam memiliki ghirah, berpegang teguh terhadap prinsip Islam dan menerapkan syariat agama Islam secara kaffah, apalagi sampai tahap legislasi hukum Islam pada level negara, baik hukum yang bersifat pidana maupun perdata, maka hal itu sangat membahayakan mereka, maka mereka (musuh-musuh Islam) memisahkan umat Islam dari Islamnya. Melakukan framing tertentu lewat isu radikalisme, terorisme, fundamentalisme, intoleransi, wahabisme, dan pluralisme. Dan isu seperti dikampanyekan melalui sebagian orang Islam sendiri, mulai dari kalangan akademisi, birokrat, aktivis, ataupun profesional. Mereka tampak sebagai orang Islam, tetapi mengampanyekan paham ‘sepilis’, sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme. Dikhawatirkan, sikap dan perilaku seperti ini bisa membuat seseorang menjadi kafir tanpa sadar. Mengaku muslim tetapi di saat yang sama menjadi, sekuleris, pluralis, dan liberalis. A’ādzanallāhu waiyyākum ajma’īn min hādzihil qādzūrāt.

    Oleh karena itu, kewarasan akal dan kesadaran hati kita sebagai umat Islam harus dijaga dan ditingkatkan. Kalau kita ingin menjadi umat yang mulia dan berwibawa, marilah kita ingat dan amalkan pesan Allah ﷻ:

     مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ ٱلْكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلْعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرْفَعُهُۥ ۚ وَٱلَّذِينَ يَمْكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُو۟لَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ

    Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka kepunyaan Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur. (Q.S. Fathir (35): 10)

    Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah,

    Sebagai manusia biasa, tentu kita juga memiliki ketidaksempurnaan, kekurangan dan kesalahan. Tetapi adanya ketidaksempurnaan, kekurangan dan kesalahan itu seharusnya membuat kita terdorong untuk selalu memperbaiki diri, dengan seperti itu, maka insyaallah kemuliaan bisa kita raih. Kemuliaan kita raih dengan selalu belajar dan mendalami ilmu agama Islam ini dari sumber dan rujukan yang benar, kemuliaan kita raih dengan menaati Allahﷻ, melakukan apa yang telah Allah perintahkan, menghindari apa yang dilarang oleh Allah ﷻ, mengamalkan sunnah Rasulullah ﷺ, berhukum dengan berlandaskan kitab Allah Al Quranul Karim beserta sunnah Rasulullah ﷺ yang mulia. Kemuliaan kita raih dengan rasa percaya diri yang tinggi terhadap prinsip-prinsip Islam.

    بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِي القُرآنِ الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُم بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكرِ الحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُم تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيمُ. أَقُولُ قَولِي هَذَا، وَأَستَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُم وَلِسَائِرِ المُسلِمِين وَالمُسلِمَات وَالمُؤمِنِينَ وَالْمُؤمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمِ

    Khutbah Kedua

    الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ؛ اَمَّا بَعْدُ: فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ؛ فَقَالَ تَعَالىَ: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ ءَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا؛ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعوات؛ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ؛ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى؛ اللَّهُمُّ اُرْزُقْنَا الْفِقْهَ فِي الدِّينِ، وَالْتَمَسُّكَ بِالْكِتَابِ الْمُبِيْنِ، وَالْاِقْتِدَاءَ بِسَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ، وَالسَّيْرَ عَلَى نَهْجِ أَسْلَافِنَا الصَّالِحِينَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَاضِرَنَا خَيْرًا مِنْ مَاضِيِنَا، وَمُسْتَقْبَلَنَا خَيرًا مِنْ حَاضِرِنَا، وَاُكْتُبْ لَنَا الْعِزَّةَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي يَوْمِ الدِّينِ؛ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ؛ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن؛ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ؛ عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، ولذكر الله أكبر، وَأَقِيمُوا الصَّلَاة!

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Di mana Kewibawaan Umat Islam?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Popular News

    • DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]

      Dec 19, 2025
    • Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]

      Dec 11, 2025
    • JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]

      Jan 30, 2026
    • SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]

      Dec 14, 2025
    • Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]

      Dec 11, 2025

    Latest News

    *Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]

    Oct 04, 2023

    *Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]

    Oct 11, 2023

    Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]

    Oct 11, 2023

    اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]

    Oct 12, 2023

    Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]

    Oct 14, 2023