
Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak tanpa henti, tantangan terbesar masyarakat bukan lagi sekadar akses terhadap pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan itu dipahami, diolah, dan dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari realitas tersebut, Ahla Institute memperkenalkan Program Publikasi dan Pengembangan Media sebagai bagian dari ikhtiar membangun ekosistem ilmu yang lebih hidup, terbuka, dan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya diposisikan sebagai ruang penyediaan bahan bacaan, tetapi juga sebagai gerakan yang lebih luas dengan membentuk budaya membaca, menulis, berpikir kritis, serta menyebarkan pengetahuan secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Founder Ahla Institute, Ahla Kembara, menegaskan bahwa penguatan budaya literasi merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban masyarakat yang berilmu dan berdaya.
“Pembangunan masyarakat tidak cukup hanya dengan memperkuat aspek fisik dan institusi. Yang lebih mendasar adalah bagaimana ilmu itu hidup di tengah masyarakat. Indikatornya adalah ia bisa dibaca, dipahami, ditulis, disebarkan kembali, dan lebih dari itu, ia diamalkan serta berdampak” ujarnya.

Menariknya, program ini juga membuka ruang partisipasi yang inklusif atau terbuka. Tidak semua orang harus menjadi penulis atau peneliti, tapi setiap individu dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, baik melalui dukungan, kolaborasi, maupun keterlibatan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem literasi.
Ahla Institute juga menekankan bahwa gerakan ilmu tidak dapat berdiri sendiri. Ia tumbuh melalui kolaborasi berbagai pihak yang saling menguatkan dalam satu ekosistem; ada yang menulis, ada yang mengajar, dan ada yang memastikan agar proses ini tetap berjalan secara berkelanjutan.
Di tengah era ketika perhatian publik semakin mudah terpecah, inisiatif ini hadir sebagai pengingat bahwa ilmu membutuhkan ruang untuk hidup. Bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dijadikan bagian dari cara berpikir dan bertindak.
Ke depan, program ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membangun tradisi literasi yang lebih kuat, sekaligus melahirkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beradab dan bertanggung jawab secara intelektual. (Ais/redaksi)
📚 Perpustakaan Digital Ahla Institute
https://ahlainstitute.my.id/perpustakaan-digital-ahla-institute/
📄 Proposal Program Literasi (PDF)
https://drive.google.com/file/d/1HQqrZrJurBDbn9GCBlzYiY1xukjVTG-o/view?usp=drive_link
DEPOK — Masjid Nurul Iman PHI yang terletak di Jl. Haji Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong, Kamis siang bakda Dzuhur (18/12/2025) dipenuhi suasana hangat dan antusias saat pengajian rutin kitab Al-Adab Al-Mufrad digelar. Kegiatan kali ini dihadiri tamu istimewa dari Timur Tengah, yaitu Dukturoh Huda Mahjub, pengajar asal Sudan sekaligus akademisi yang pernah mengajar di King […]
Bandar Lampung akan menjadi saksi pertemuan para pakar dan praktisi bahasa Arab dari Mesir dan Indonesia. Pada hari Ahad, 21 Desember 2025 bertepatan dengan 1 Rajab 1447, Institut Agama Islam Darul Fattah (INDAFA) Lampung akan membuka pintunya dan menjadi tuan rumah untuk Seminar Internasional Bahasa Arab bertajuk “تكامل التراث والتقنية في خدمة اللغة العربية” (Integrasi […]
JAKARTA – Khazanah keilmuan Islam di Lampung akan segera mendapat tambahan energi baru yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, lebih dari satu ton kitab turats dari berbagai disiplin ilmu meluncur dari jantung ibu kota menuju Bumi Ruwa Jurai. Langkah mulia ini diinisiasi oleh Pembina Yayasan L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Jakarta, K.H. Dr. Muhammad Yusuf Harun, […]
SOLO/JAKARTA – Sebuah inisiatif mulia kembali diluncurkan untuk memfasilitasi umat Islam dalam menuntut ilmu syar’i. Hudaya Safari Jateng (Jawa Tengah), sebuah biro perjalanan yang berfokus pada layanan Umroh dan Haji yang amanah, berkolaborasi dengan Ahla Institute menyelenggarakan program pengajian Bahasa Arab intensif secara daring (online). Program ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025. […]
Penulis: Ahla Kembara, B.Sh., MA. (Alumnus Fakultas Syariah LIPIA-IMSIU) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا […]
*Ditulis oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakutas […]
*Oleh: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh., MA. (Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syari’ah IAI Al Ghurabaa […]
Tak kenal, maka ta’aruf. Tak kenal maka kenalan. Apakah Ramadhan itu? Mungkin, sebagian orang sekadar tahu bahwa Ramadhan adalah bulan […]
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْد، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ […]
Penulis: Ahla Kembara, S.Pd., B.Sh, MA. (Founder AHLA Institute, Dosen Muta’awin Qism I’dad Lughowi LIPIA Jakarta & Dosen Fakultas Syariah […]
Belum ada komentar untuk Saat Ilmu Tidak Lagi Cukup Disimpan: Ahla Institute Dorong Gerakan Literasi yang Lebih Hidup